Kairo, LiputanIslam.com – Liga Arab akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas serangan polisi Rezim Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa, Al-Quds (Yerussalem), yang menyebabkan sedikitnya 12 warga Palestina terluka..
Pertemuan Liga Arab diminta oleh pejabat Yordania, Mesir dan Palestina, manakala eskalasi terus terjadi di Al-Quds sejak polisi Israel menggerebek jamaah di kompleks Masjid Al-Aqsa Selasa malam di bulan suci Ramadhan.
Penggerebekan itu berlanjut hingga pagi hari ketika pasukan Israel kembali menyerang dan memaksa warga Palestina keluar dari kompleks dan mencegah mereka untuk sholat – sebelum warga Israel diizinkan masuk di bawah perlindungan polisi.
Liga Arab sebelumnya telah mengutuk serangan itu. Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit dalam sebuah pernyataan menegaskan, “Pendekatan ekstremis yang mengontrol kebijakan pemerintah Israel akan menyebabkan konfrontasi yang meluas dengan Palestina jika mereka tidak diakhiri.”
Setidaknya 400 warga Palestina ditangkap pada hari Rabu dan tetap dalam tahanan Israel, menurut pejabat Palestina. Mereka ditahan di kantor polisi di Atarot di Al-Quds Timur yang diduduki.
Saksi Palestina mengatakan pasukan Israel menggunakan kekuatan berlebihan termasuk granat kejut dan gas air mata, yang menyebabkan jemaah mengalami cedera sesak napas, dan pemukulan dengan pentungan dan senapan.
“Kami sedang melakukan itikaf di Al-Aqsa karena ini Ramadhan,” kata Bakr Owais, seorang mahasiswa berusia 24 tahun yang ditahan.
“Tentara memecahkan jendela atas masjid dan mulai melemparkan granat kejut ke arah kami… Mereka membuat kami terbaring di tanah dan mereka memborgol tangan kami satu per satu dan membawa kami semua keluar. Mereka terus memaki kami selama ini. Itu sangat biadab.” (mm/aljazeera)
Baca juga: