Quds, LiputanIslam.com – Tentara Israel, Rabu (14/9) menyatakan akan menangkap setiap anggota dinas keamanan Palestina yang dicurigai terlibat dalam operasi anti-Israel, menyusul terbunuhnya seorang perwira Israel di Jenin.
Sebelumnya,tentara Israel mengumumkan terbunuhnya seorang perwira Israel pada Selasa malam di pos pemeriksaan Jalama, di Jenin utara, dalam peristiwa bentrok dengan orang Palestina.
Media Israel melaporkan bahwa Ahmed Abed, salah satu dari dua pemuda yang bentrok dengan tentara Israel di pos pemeriksaan Jalama, bekerja di dinas keamanan Otoritas Palestina..
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa kedua pemuda itu gugur syahid di dekat pos pemeriksaan tersebut pada dini hari dan dengan demikian jumlah syuhada Palestina yang gugur sejak awal tahun ini bertambah menjadi 151 orang dengan rincian 100 di Tepi Barat dan 51 di Jalur Gaza.
Hamas menegaskan bahwa peristiwa di pos Al-Jalama merupakan peringatan bagi Rezim Zionis yang sedang bersiap meningkatkan pelanggarannya di Masjid Al-Aqsa, dan tindakannya memobilisasi pemukim Zionis untuk menodai tempat suci itu.
Hamas juga menekankan bahwa rakyat dan para pejuang Palestina selalu siap membela kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa seberapapun pengorbanan yang harus mereka tanggung.
Hamas memuji aksi gagah berani dua pemuda Palestina di Jalama dan menyebut keduanya sebagai teladan nasional yang telah mengajarkan kepada rekan-rekannya di badan keamanan untuk mengoyak jantung pasukan pendudukan Zionis dengan peluru.
Gerakan Fatah mengidentifikasi dua pemuda Palestina itu sebagai anggota sayap bersenjatanya, Brigade Syuhada al-Aqsa. Salah satu dari mereka bekerja sebagai petugas intelijen Otoritas Palestina (PA).
Jenazah keduaya masih ditahan oleh tentara Israel.
Pasukan Israel meningkatkan operasi menjelang pertandingan sepak bola Liga Champions UEFA antara klub Prancis Paris Saint Germain dan Maccabi Haifa, yang akan berlangsung di lokasi yang berjarak tak sampai 70 kilometer dari Jenin.
Pasukan Israel telah melakukan serangan malam dan pembunuhan di bagian utara wilayah pendudukan Tepi Barat, terutama di Jenin dan Nablus, di mana perlawanan bersenjata Palestina menjadi lebih terorganisir dan kelompok pejuang baru terbentuk. Tercatat 30 orang Palestina gugur di Jenin dan sekitarnya sejak awal tahun ini.
Brigade Jenin, sebuah kelompok yang telah aktif selama setahun terakhir di Jenin dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa dua pemuda yang gugur di Jalama adalah pejuang yang terbunuh setelah terlibat dalam “bentrokan bersenjata yang intens dengan pasukan pendudukan”.
Sebagai bagian dari kampanye “Break the Wave” yang dimulai Israel pada Maret menyusul serangkaian serangan warga Palestina yang menewaskan 19 orang di Israel, tentara Zionis melancarkan serangan malam hari, pembunuhan yang ditargetkan, dan penangkapan massal di Tepi Barat. (mm/raialyoum/aljazeera)
Baca juga: