Quds, LiputanIslam.com – Rezim Zionis Israel mengantisipasi kemungkinan mendapat serangan drone dari Yaman dalam konfrontasi militer yang berpotensi terjadi dengan Hizbullah Lebanon di masa mendatang.
Dikutip saluran I24, sumber terpecaya Israel mengklaim, “Eliminasi terhadap para pemimpin Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam operasi yang dikaitkan dengan Israel telah mengguncang kepercayaan di Teheran dan menyebabkan kepanikan di tengah IRGC. Karena itu, melalui Hizbullah, Iran berusaha memberikan pukulan keras melalui operasi militer yang akan mengembalikan aturan pelibatan (rule of engagement/ROE) antara kedua pihak.”
Dia juga mengatakan, “Bahaya nyata yang dihadapi Israel terletak di Yaman, dan kemungkinan penargetan Israel oleh kelompok Houthi (Ansarullah) telah menjadi kenyataan, dalam koordinasi antara Houthi dan Hizbullah.”
Dia menambahkan, “Hizbullah menipu Israel dengan fokus pada front utara, tapi Israel mempertimbangkan kemungkinan terbukanya front dari selatan melalui drone Houthi.”
Sementara itu, media Zionis melaporkan bahwa tentara Israel telah menyerang Yaman bersamaan dengan operasi militer terhadap gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) di Jalur Gaza pada tanggal 5 Agustus.
Saluran 14 TV Israel mengklaim bahwa Yaman adalah “negara ketiga” yang disebutkan oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Aviv Kochavi, dalam pengumumannya minggu lalu bahwa Israel telah menyerang negara ketiga selama Operasi “Fajar”.
Kamis pekan lalu, Kochavi menyatakan bahwa dalam peristiwa serangan Israel terhadap gerakan Jihad Islam Palestina di Jalur Gaza, juga telah dilakukan serangan terhadap “negara ketiga”, tanpa menyebutkan nama. (mm/raialyoum/alalam)
Baca juga:
Sayid Nasrallah Remehkan Ancaman Israel Soal Sengketa Perbatasan
Hamas dan Jihad Islam Sepakat Perkuat Aksi Bersama dan Peringatkan Israel