Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Israel Gagal Ubah Identitas Warga Palestina di Tanah Pendudukan 1948

Published 22/10/2021 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com-Ada banyak buku dan artikel yang ditulis tentang masalah Palestina, baik sebelum atau sesudah dijajah Rezim Zionis. Namun sedikit tulisan yang membahas warga Palestina yang menolak meninggalkan tanah mereka di tahun 1948. Saat ini, warga Palestina tersebut berubah menjadi problem bagi Rezim Zionis.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa intifada pada Oktober 2000 telah mendorong para analis membahas aspek-aspek sosial, politik, dan ekonomi warga Palestina ini.

Israe selalu mewaspadai bahaya dari sekelompok warga Palestina ini. Buktinya adalah pemerintahan militer kejam yang dipaksakan atas mereka sejak 1948 hingga 1966. Mereka diharuskan meminta izin dari Otoritas Militer Israel jika hendak pindah.

Bertambahnya populasi warga Palestina ini mendorong Israel untuk memisahkan mereka dari lingkungan Islam dan identitas asli Palestina, serta memaksakan model kehidupan dengan standar di bawah level hidup orang Yahudi, namun tetap terikat dengan masyarakat Israel.

Perancang proyek ini adalah kelompok sayap kiri Rezim Zionis. Mereka berusaha merekrut warga Palestina di Tanah Pendudukan 1948 ke partai-partai mereka dan mengubah mereka menjadi pembela Israel yang memiliki bahasa dan ras berbeda. Berdasarkan proyek ini, warga Palestina dipaksa untuk memasuki Knessett (Parlemen Israel) demi memberikan legitimasi kepada Israel sebagai rezim demokratis.

Namun Rezim Zionis gagal mewujudkan proyek ini, yang dimulai dengan kebangkitan Hari Bumi pada 30 Maret 1976. Di hari itu, Israel berusaha merampas sebagian tanah warga Palestina di kawasan Galilea. Namun warga Palestina melakukan perlawanan.

Di hari pertama bentrokan antara warga dan Tentara Israel, sejumlah warga gugur, terluka, atau ditangkap. Mereka adalah orang-orang yang berafiliasi kepada faksi-faksi Resistansi, seperti Fatah, Front Rakyat Pembebasan Palestina, dan Front Demokratis.

Tahap berikut yang memaksa Israel mengubah kebijakan keamanannya adalah intifada Oktober 2000. Dengan dimulainya Intifada II dan gugurnya 13 warga Palestina di Tanah Pendudukan 1948, proyek perekrutan warga Palestina pun gagal untuk selamanya. Rakyat Palestina membuktikan bahwa mereka tak akan berpisah dari akar dan asal muasalnya.

Di sinilah Israel lalu merancang proyek berikutnya, yaitu “perusakan citra.” Untuk itu, Israel mengucilkan masyarakat Palestina di dalam wilayahnya. Caranya adalah dengan mengabaikan masalah keamanan, kerusuhan, kriminal, dan bahkan membantu penyebaran ketidakamanan di kota dan desa-desa yang ditinggali warga Palestina.

Proyek ini membuat warga Palestina disibukkan dengan masalah-masalah keamanan, sehingga terpaksa merujuk ke perangkat keamanan Israel untuk mengatasinya. Saat itu, Rezim Zionis berpuas diri karena merasa sukses menyibukkan warga Palestina dan menjauhkan mereka dari lingkungan Arab-Islam.

Sampai tibalah tahap terakhir.

Dengan dimulainya perang Gaza (Perang 11 Hari) yang benar-benar menyibukkan Rezim Zionis, terbukti bahwa Palestina akan selalu tetap berada di hati rakyatnya, di mana pun mereka berada. Demo-demo yang melanda berbagai titik di Tanah Pendudukan 1948 memaksa para pengamat, analis, dan pakar ekonomi-politik untuk memikirkan perang selanjutnya; perang yang salah satu frontnya adalah kawasan di Tanah Pendudukan 1948.

Tidak bisa dipastikan apa yang dipikirkan badan-badan keamanan dan politik Israel. Namun mereka pasti sadar bahwa proyek-proyek mereka selama 73 tahun untuk mengubah identitas warga Tanah Pendudukan 1948 menjadi Arab-Israel kembali gagal untuk kesekian kalinya. (af/alalam)

Baca Juga:

Soroti Pidato Sayid Nasrallah, Media Israel Fokus pada “100,000 Pasukan Hizbullah”

Iran: Referendum adalah Solusi Tunggal untuk Palestina

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account