TelAviv, LiputanIslam.com – Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa militer Israel sedang menantikan perintah penghentian operasi serangan ke Gaza secepat mungkin karena khawatir terjadi konfrontasi antara warga Yahudi dan warga Arab di dalam wilayah Israel.
Menurut Haaretz, tentara Israel menantikan instruksi demikian dari pemerintah ketika mereka justru bersiap untuk mempengit serangan udara ke Gaza sebelum diakhirinya operasi militer.
Surat kabar ini menyebutkan bahwa para petinggi militer Israel telah berkesimpulan bahwa kekerasan yang terjadi di Lod, Bat Yam, Acre dan kota-kota lain merupakan ancaman keamanan yang tak kalah besar bahayanya daripada pertempuran di Gaza.
Sebelumnya dilaporkan bahwa Israel menolak beberapa usulan mediasi untuk meredakan ketegangan, namun berbagai sumber belakangan menyebutkan bahwa pemerintah Israel meninjau ulang hal itu akibat gejolak situasi di wilayahnya.
Para pejabat Israel menilai infrastruktur militer dan politik Hamas telah terkena gempuran sengit sejak dimulainya pertempuran pada 8 Mei lalu.
Namun demikian, militer Israel masih berencana menambah serangan dalam beberapa hari ke depan dengan tujuan meniadakan kesempatan bagi Hamas untuk segera memulihkan kekuatannya.
Haaretz juga menyebutkan bahwa militer Israel memilih berhati-hati terhadap ide untuk menggulingkan Hamas karena para pengambil keputusan di Israel khawatir akan terjadi anarki jika terjadi kevakuman kekuasaan di Jalur Gaza. (mm/rt)
Berita Terkait: