Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Seputar Kabar Perundingan Iran-Saudi, Mengapa Riyadh Membantah?

Published 22/04/2021 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com – Surat kabar Inggris Financial Times dan kemudian beberapa media dunia lain termasuk Reuters dan AFP serta pemerintah beberapa negara Barat belum lama ini melaporkan adanya perundingan Iran-Saudi di Baghdad, ibu kota Irak.

Disebutkan bahwa dalam pertemuan itu delegasi Iran dipimpin oleh Sekjen Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani, sedangkan delegasi Saudi dipimpin oleh kepala badan intelijen Saudi Khalid bin Ali Al-Humaidan, dan kedua pihak mempelajari pembentukan komisi-komisi teknis keamanan untuk melanjutkan pembicaraan mengenai berbagai isu krusial, terutama perang di Yaman dan krisis politik Libanon.

Namun demikian, para pejabat Saudi bersikeras membantah kabar itu. Pemred Rai Al-Youm yang berbasis di London, Inggris, Abdel Bari Atwan, dalam Tajuk Rencana terbarunya berkomentar bahwa bantahan itu mengingatkan orang pada bantahan Riyadh terhadap laporan serupa mengenai pertemuan segi tiga di kota Neom, Saudi, beberapa bulan lalu, yang melibatkan Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Menlu AS Mike Pompeo.

Sumber sumber AS, Israel dan Eropa mengkonfirmasi pertemuan itu, dan bahkan memublikasi nomor penerbangan pesawat yang membawa Netanyahu ke Neoum. Tapi Saudi tetap saja bersikukuh membantahnya.

Menurut Atwan, mengingat Saudi adalah rezim yang berkuasa di Negeri Haramain, bantahan atas pemberitaan pertemuan di Neom itu masih dapat dimengerti, karena memang sensitif dan dapat berimplikasi berat bagi Saudi. Tapi apakah pertemuan Saudi dengan Iran juga sedemikian sensitif? Tentu saja tidak. Karena itu, bantahan para pejabat Riyadh terhadap kabar pertemuan Saudi dengan Iran di Baghdad itu mengundang tanda tanya besar? Apa aibnya bagi Saudi jika mengakui pertemuan dengan negara jirannya sendiri itu?

Bukankah negara adidaya AS  beserta lima negara besar lain juga sedang terlibat perundingan dengan Iran, meski AS tidak secara langsung? Negara-negara besar dunia itu bahkan merespon persyaratan Iran untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir tahun 2015 yang terbengkalai sejak AS keluar darinya pada tahun 2018.  Lantas mengapa Saudi tak menempuh cara yang sama untuk mengatasi semua perselisihannya dengan Iran yang notabene negara Muslim dan jirannya?

Atwan menyebutkan bahwa bukan rahasia lagi bahwa Saudi kewalahan dalam perang  yang ia kobarkan di Yaman untuk menumpas gerakan Ansarullah (Houthi) yang didukung Iran. Saudi mendapat balasan telak dari Ansarullah, yang bahkan juga menyasar jantung perekomiannya, Saudi Aramco, sehingga melanjutkan perang bagi Saudi tak ubahnya dengan “bunuh diri militer, politik dan mental”.

Karena itu, upaya mencari solusi melalui perundingan dengan Iran setelah AS cuci tangan dan disebut-sebut telah menghentikan penjualan senjata dan amunisinya ke Saudi seharusnya dipandang Saudi sebagai upaya yang logis ataupun pragmatis.

Jurnalis senior Atwan yang  berdarah Palestina itu menilai pembicaraan Saudi-Iran di Baghdad untuk mencari solusi bagi semua isu yang diperselisihkan bisa jadi merefleksikan kebijakan baru Riyadh untuk menyudahi sikap “keras kepala” dan “arogan”-nya yang selama ini telah menghamburan dana lebih dari $700 miliar untuk membeli senjata AS serta membuatnya terpaksa menjual beberapa saham Saudi Aramco, membekukan banyak proyek infrastrukturnya, dan  membenamkan anggarannya dalam defisit besar sehingga terpaksa mengambil pinjaman dari bank-bank lokal dan internasional.

Iran telah menolak semua keinginan Saudi untuk berpartisipasi dalam perundingan nuklir. Iran juga mengabaikan persyaratan yang mengharuskan Teheran menghentikan proyek rudalnya. Dan yang lebih krusial lagi, pemerintahan Presiden AS Joe Biden adalah pihak yang mengemis perundingan dengan Iran melalui mediasi Eropa.

Dalam kondisi demikian, sudah sewajarnya jika Riyadh tak menemukan jalan kecuali meminta bantuan kepada Baghdad agar memfasilitasi pertemuan Saudi-Iran, seperti yang telah dilaporkan oleh berbagai media bahwa pertemuan itu telah berlangsung pada 9 April 2021.

Di bagian akhir, Atwan menekankan bahwa sudah sepatutnya Saudi mengadakan pembicaraan dengan Iran daripada merawat wacana normalisasi hubungan dengan Israel, rezim Zionis yang jelas-jelas menduduki Palestina tapi malah bersikukuh mempengaruhi dunia Islam.

“Iran bukan negara Majusi, bangsanya Muslim, bukan penyembah api, pemimpin besarnya pun berdarah Arab keturunan Ahlul Bait, yang dapat berbicara bahasa Arab lebih baik daripada sebagian besar pemimpin Arab. Kebijakan politik perang terhadap Iran dengan agitasi sektarian telah gagal dan kontraproduktif. Iran merupakan kekuatan regional besar yang berjuang dengan senjata buatannya sendiri, 40 tahun melawan embargo AS, dan kini negara-negara besarpun ingin mencuri hati Iran. Siapa ingin menandingi ataupun memeranginya maka ia harus seperti Iran terlebih dahulu, bukan mengandalkan pihak lain seperti AS ataupun Israel,” pungkas Atwan. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Iran dan Saudi Dikabarkan Berunding Langsung di Baghdad untuk Perbaikan Hubungan

[Video:] Atwan: Pengayaan Uranium 60 % Iran, Bukti Kedahsyatan Teknologi Iran

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account