Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Dicoret AS dari Negara Berkembang, Ekonom: Indonesia Belum Jadi Negara Maju

Published 24/02/2020 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE
Sumber: tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Amerika Serikat (AS) mengeluarkan sejumlah negara dari daftar negara berkembang. Di antaranya adalah Brazil, India, China, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, termasuk Indonesia.

Keputusan tersebut bertujuan agar negara-negara tersebut tidak memperoleh perlakuan khusus dalam perdagangan internasional. Dengan naiknya peringkat menjadi negara maju, berbagai kemudahan seperti potongan bunga dan subsidi perdagangan antar negara dapat dikurangi karena sudah dianggap mampu.

Baca: Dicoret AS dari Daftar Negara Berkembang, Indonesia Jadi Negara Maju

Selain itu, AS akan lebih mudah untuk menggelar investigasi jika ada praktik perdagangan yang dianggap tidak benar. Lantas, apakah Indonesia memang sudah menjadi negara maju?

Menurut ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi, ada beberapa ukuran negara bisa dianggap sebagai negara maju. Salah satunya adalah sektor industrinya harus mampu berkontribusi paling tidak 30 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Fihtra menilai, dengan ukuran tersebut, Indonesia masih belum bisa dimasukkan dalam kategori negara maju. Sebab, Indonesia belum memenuhi ukuran tersebut.

“Kalau dilihat dari ukuran negara maju, Indonesia belum masuk ke sana karena negara maju adalah negara yang kontribusi industrinya terhadap GDP sudah 30 persen ke atas,” kata dia, Senin (24/2).

Selain itu, pendapatan per kapita negara maju harus di atas 12 ribu dolar AS per tahun. Sedangkan Indonesia, pendatapan per kapitanya baru mencapai 4000 dolar AS per tahun.

Selain itu, dia menyebutkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau HDI negara maju harus tinggi karena semakin tinggi nilainya, masyarakatya akan semakin makmur.

“Di tambah lagi dengan HDI kalau sudah di atas 0,85 itu sudah menjadi negara maju. Tapi kita masih 0,7. Sebenarnya sudah cukup baik, tapi belum bisa dikategorikan seabgai negara maju.

Dia berpandapat, dicoretnya Indonesia dari daftar negara berkembang membuat Indonesia tidak mendapat fasilitas kemudahan, khususnya dalam perdagangan.

“Apalagi kita sekarang sudah menerima fasilitas pengurangan bea masuk Generalized System of Preferences (GSP) pasti ini juga akan berakhir dengan perubahan status ini,” ujarnya. (sh/kumparan/cnnindonesia)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Nasional

Masuki Usia 15 Tahun, Organisasi ABI Rilis Siaran Pers Refleksikan Peneguhan Komitmen Kebangsaan

By Muhammad
Nasional

Belajar Isu Palestina Bersama Pakar Timur Tengah di Workshop Free Palestine Network 

By Rachel
Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account