Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Amerika-Israel dan Pemberontak Suriah yang Makin Mesra

Published 07/05/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

oposisi suriah amerikaLiputanIslam.com — Pada saat pemberontak Suriah meningkatkan aksi-aksi kejinya, termasuk membombardir sebuah madrasah di Syaghur, sebuah kota tua di Provinsi Damaskus hingga menewaskan belasan santri, akhir bulan lalu, para pemberontak justru semakin “mesra” dengan Amerika dan Israel.

Jika sebelumnya kita sudah mendengar Israel mengoperasikan rumah sakit untuk merawat pemberontak Suriah di Golan serta mengaktifkan sistem pertahanan udaranya untuk melindungi mereka, dari Washington, Amerika, kita baru saja mendengar kabar bahwa negara itu telah meningkatkan status kantor perwakilan bagi pemberontak Suriah. Selain itu Amerika juga menjanjikan bantuan senilai $27 juta kepada mereka.

“Ketika perang tengah berkecamuk di Suriah, kelompok oposisi utama negeri itu mendapatkan pengakuan sebagai “kantor misi asing” di Amerika dan bantuan $27 juta,” tulis koran utama Amerika Washington Post, Senin (5/5), menunjukkan semakin mesranya hubungan pemberontak Suriah dengan boss-nya, Amerika.

Menurut Washington Post, dengan status barunya itu para pemberontak mendapatkan perlakukan hampir seperti perwakilan negara berdaulat sendiri. Apalagi pengakuan yang diberikan AS pada hari Senin (5/5) itu hanya beberapa hari sebelum kunjungan pemimpin oposisi Suriah Ahmad al-Jarba. Dan dengan tambahan bantuan senilai $27 juta itu, total bantuan AS yang diberikan kepada para pemberontak Suriah mencapai $287 juta.

Dengan status baru sebagai kantor “misi asing” memberikan pemberontak hak tambahan di bidang perbankan di AS dan memungkinkan pemerintah AS memberikan fungsi keamanan tertentu kepada para pemberontak di AS. Lebih penting, kata penasihat Jarba, Rime Allaf, itu adalah “tanda yang jelas” dari legitimasi yang diberikan Amerika Serikat.
Tapi pemerintah AS masih tidak memiliki rencana untuk memberikan pemberontak apa yang mereka sangat inginkan, yaitu peningkatan yang signifikan dalam jumlah dan kecanggihan bantuan senjata AS yang memungkinkan pemberontak melindungi wilayah yang mereka duduki di Suriah.

Dalam beberapa bulan terakhir Amerika Serikat telah bekerja serius untuk mengkoordinir bantuan negara-negara pendukung pemberontakan di Suriah. Kesepakatan baru pun telah disetujui untuk menggelontorkan bantuan sembari menghindarkan senjata-senjata canggih yang diberikan jatuh ke tangan para ekstrimis al Qaeda dan sekutu-sekutunya.

Amerika juga telah berusaha keras untuk menyatukan faksi-faksi yang terpecah belah di kalangan pemberontak, di tengah upaya Jarba mengkonsolidasikan kekuasaannya di mata internasional. Namun, dengan semua perhatian Amerika yang begitu besar, perubahan di medan tempur tidak juga terjadi dan bahkan cenderung merugikan pemberontak dalam beberapa bulan terakhir.

“Menurut saya tidak ada satu isu yang begitu rumit selain Suriah,” kata seorang pejabat senior Amerika yang tidak bersedia disebut namanya kepada Washington Post, terkait rencana kunjungan Jarba.

“Ini adalah situasi yang sangat serius. Namun sayangnya, kecenderungannya tidak menguntungkan. Ini sangat membuat frustrasi,” tambah pejabat tersebut.

Dalam bulan-bulan terakhir ini militer Suriah dengan senjata-senjata berat bantuan Rusia dan Iran telah meluluh-lantakkan posisi-posisi pemberontak. Hari Senin (5/5) media Rusia Kommersant melaporkan bahwa 9 pesawat tempur Yakovlev Yak-130 Rusia yang dibeli dengan kontrak senilai $550 juta untuk pembelian 36 pesawat, akan dikirimkan ke Suriah tahun ini.

Dan saat pertempuran terus berlangsung, AS dan sekutu-sekutunya berusaha menyatukan kepemimpinan pemberontak untuk bernegosiasi dengan rezim Suriah bagi pembentukan pemerintahan peralihan sekaligus pengunduran diri Presiden Bashar al Assad, satu upaya yang sejauh ini gagal total. Pencalonan Bashar dalam pilpres mendatang, dan berdasarkan prediksi banyak pihak bakal dimenangkannya, membuat AS dan pemberontak semakin terpojok dan tidak ada alasan lain kecuali menolak pemilihan umum bulan depan.

Di sisi lain, menyatukan pemberontak dalam satu komando, juga hanya bisa menjadi utopia belaka atau bahkan lebih buruk lagi, ketika pertikaian antara pemberontak telah mencapai tahap paling destruktif.

Najib Ghadbian, utusan tetap pemberontak di AS, mengatakan bahwa pihaknya berharap Amerika akan mengubah secara signifikan dukungannya kepada pemberontak, selama pertemuan delegasi pemberontak Suriah dengan Presiden Barack Obama dan penasihat keamanan Susan E. Rice. Jarba juga dijadwalkan akan bertemu Menlu John F. Kerry dan para anggota Congress.

“Kami berharap AS akan menggunakan kesempatan pertemuan ini untuk mengumumkan perubahan kebijakan di bidang militer, kemanusiaan dan politik,” kata Nakib. Menurutnya, sikap AS dengan meningkatkan status kantor perwakilan pemberontak merupakan indikasi harapan tersebut bakal terwujud.

Namun bantuan senjata masih menjadi permasalahan serius para pemberontak meski Amerika telah meningkatkan dukungannya berupa pelatihan perang dan pengiriman senjata-senjata ringan. Roket-roket anti-tank TOW juga telah dikirimkan kepada kelompok-kelompok pemberontak yang “moderat”.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account