al akhbarBaghdad, LiputanIslam.com – Berbagai kekacauan di Irak telah menewaskan lebih dari 15.000 jiwa, baik yang berasal dari warga sipil maupun aparat keamanan. Jumlah ini melonjak daripada korban jiwa pada tahun 2013 yang berjumlah 6.522 orang.

“Angka yang didapat dari keterangan tenaga kesehatan dan kementrian terkait menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 15.538,” ujar seorang pejabat, seberti dilansir al-akhbar.com, 2 Januari 2015.

Saat ini, beberapa bagian wilayah Irak masih berada dalam kontrol kelompok teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), yang mendeklarasikan berdirinya sebuah Kekhilafahan Islam. Hanya saja, klaim ISIS ini ditolak oleh ulama-ulama terkemuka di dunia. (Baca: Ulama Al-Azhar Nyatakan Islam Berlepas Diri dari ISIS)

Lebih lanjut disampaikan, bahwa ISIS memulai serangan ofensif di wilayah Anbar, ibukota Provinsi Ramadi. Anbar merupakan medan pertempuran utama antara tentara Amerika Serikat melawan Al-Qaeda Irak (cikal bakal ISIS) selama tahun 2006-2007.

Lalu awal tahun 2014 ISIS melebarkan sayapnya dengan menggempur Fallujah. Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat terkait kampanye ‘Perang Melawan Teror’ yang diekspos AS sejak tahun 2001. Mengapa sejak AS memerangi terorisme, justru kelompok teroris semakin subur dan berkembang pesat?

Dan pada Juni 2014, para militan menyerbu salah satu kota terbesar di Irak, yaitu Mosul, yang menyebabkan ratusan ribu warga Mosul terpaksa harus mengungsi. Mosul merupakan salah satu kota terbesar di Irak yang memiliki sumber daya alam yang melimpah dan dihuni oleh kurang lebih dua juta jiwa. Terletak di persimpangan Turki dan Suriah, Mosul memiliki posisi yang sangat strategis. (Baca: Peran AS Dibalik Jatuhnya Mosul ke Tangan ISIS)

Pertempuran sengit kembali terjadi antara ISIS dengan pasukan Kurdi yang berusaha mempertahankan wilayah otonomi mereka pada Agustus 2014. Di bulan ini pula, AS mulai melakukan serangan udara dengan klaim memerangi ISIS. Namun yang terjadi adalah, AS malah memberikan pasokan senjata kepada ISIS melalui jalur udara. (Baca: AS Jatuhi ISIS Pasokan Senjata)

Saat ini peta pertempuran sudah mulai berubah, lantaran beberapa kota baik di Suriah dan Irak sudah berhasil kembali direbut oleh tentara nasional dari tangan ISIS. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*