we moaz jordaniaAmman, LiputanIslam.com – Ribuan massa berunjuk rasa di Amman, ibu kota Yordania, Rabu (4/2/2015) menuntut pembalasan darah pilot Yordania Moaz al-Kasasbeh yang tewas dibakar hidup-hidup oleh kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurut laporan al-Ahram, mereka menggelar mereka demonstrasi usai mendirikan shalat dhuhur, dan aksi ini juga melibatkan Perdana Menteri Jordania Abdullah Ensour.

Unjuk rasa serupa juga terjadi di beberapa kota lain negara ini.

Sebagaimana pernah diberitakan, Selasa (3/2/2015) ISIS memublikasikan video yang merekam adegan mengerikan yang mereka klaim sebagai ekskusi terhadap al-Kasasbeh dengan cara membakarnya hidup-hidup di dalam sangkar besi. (Baca: ISIS Rilis Video Pembakaran Pilot Jordania)

Anggota parlemen Jordania Hossein Obeidat menilai aksi ISIS terhadap pilot pesawat tempur Jordania yang jatuh di Suriah tersebut sebagai hasil kebijakan keliru pemerintah Amman dalam dua terakhir terkait krisis Suriah.

“Tindakan ISIS itu semata-mata adalah hasil kebijakan keliru pemerintah selama dua tahun terakhir ini dalam masalah Suriah, khususnya ketika mendirikan tempat-tempat pelatihan para teroris di bagian utara Jordania sebagaimana diakui oleh Amerika Serikat (AS),” kata Obeidat dalam wawancara dengan Arabi Press.

Anggota parlemen Jordania dari Faksi Pembangunan Nasional menilai tidak seharusnya pesawat Jordania memasuki wilayah Suriah tanpa seizin pemerintah Damaskus.

“Faksi Pembangunan Nasional selalu mengimbau pemerintah supaya menempuh jalur diplomatis yang mengindahkan integritas dan persatuan nasional Suriah,” tuturnya.

Menurutnya, rakyat Jordania sekarang menuntut pemerintah supaya negara ini keluar dari koalisi pimpinan AS dan memilih bekerjasama dengan Poros Muqawamah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL