isis bakar manusiaBeirut, LiputanIslam.com – Kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali memamerkan keganasannya dengan memosting video pembakaran manusia hidup-hidup yang mereka klaim sebagai pilot Jordania, Letnan Moaz al-Kasasbeh, yang mereka sandra sejak 24 Desember 2014.

Dalam video berjudul “pelipur dada” (Syifa’ al-Shudur) terlihat seorang pria berpakaian serba oranye dikurung dalam sangkar terali besi warna hitam yang diletakkan di ruang terbuka. Dia kemudian dibakar hidup-hidup setelah didatangi oleh seorang pria lain yang mengenakan pakaian militer yang dinyatakan sebagai pemimpin salah satu regu pasukan ISIS yang pernah dibom oleh “koalisi salib”.

Pihak-pihak terkait kini sedang mempelajari asli atau tidaknya video sadisme ISIS tersebut.

Pemerintah Jordania mengkonfirmasikan terbunuhnya al-Kasasbeh tak lama setelah ISIS memublikasikan video tersebut.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa pemerintah Jordania akan membalas kekejaman ISIS itu dengan menghukum mati Sajida Mubarak Atrous al-Rishawi dan beberapa terpidana lain yang terafiliasi dengan ISIS. Al-Rishawi adalah perempuan yang gagal melancarkan serangan bom bunuh diri di Amman, ibu kota Jordania.

Al-Mayadeen melaporkan bahwa rakyat Jordania mendesak supaya wanita asal Irak itu dihukum mati. Wakil Raja Abdullah II kemungkinan Selasa malam sudah menekan keputusan eksekusi al-Rishawi.
Sebelumnya, militer Jordania merilis statemen mengancam akan membalas kejahatan ISIS.

“Darah Moaz al-Kasasbeh tidak mengalir sia-sia, dan balasan telak akan menimpa para pelaku kejahatan ini,” ancam militer Jordania.

TV Jordania menyatakan bahwa al-Kasasbah sudah dibunuh ISIS sejak 3 Januari lalu. Namun demikian, militer Jordania baru Selasa kemarin melaporkan kepada pihak keluarga bahwa al-Kasasbeh sudah terbunuh di tangan ISIS.

CNN melaporkan bahwa Raja Abdullah II yang sedang berkunjung ke Amerika Serikat memilih segera pulang ke Amman sebelum menuntaskan agenda kunjungan itu menyusul tersiarnya video pembakaran pilot Jordania oleh ISIS.

Sebelumnya, pemerintah Jordania sudah berusaha melakukan negosiasi dengan ISIS untuk membebaskan al-Kasasbah, namun perundingan itu gagal sehingga kemudian ISIS merilis video tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL