Bendera ISIS di HIJakarta, LiputanIslam.com — Kelompok teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) berencana akan membentuk ‘distant chaliphate’ atau affiliasi khilafah/khilafah jarak jauh di Indonesia. Menurut pihak berwenang Australia, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam menjadi daya tarik tersendiri bagi ekstremis ISIS.

“ISIS berambisi untuk memperluas keberadaan dan aktivitasnya di Indonesia, baik secara langsung ataupun melalui perwakilan,” ujar pejabat tersebut, seperti dilansir oleh surat kabar The Australian, yang dikutip Alalam (23/22/2015).

Anda pernah mendengar ungkapan ‘distant caliphate’? ISIS berniat mendirikan kekhilafahan di luar Timur Tengah, memberlakukan aturan seperti provinsi khilafah. Dan mereka berambisi, lokasi ‘distant caliphate’ adalah Indonesia.”

Peringatan ini disampaikan setelah penggerebekan teroris di Indonesia baru-baru ini oleh Densus 88. Mereka hendak menebar teror, dengan menargetkan Muslim Syiah, pusat-pusat perbelanjaan, dan kantor polisi. Mereka memiliki bahan peledak, dan bendera yang menunjukkan keterkaitan dengan ISIS.

Baca juga: Mengapa Syiah Ditargetkan Kelompok Teroris di Indonesia?

Untuk itu, pihak berwenang Indonesia kini telah meningkatkan keamanan di bandara, kedutaan asing, istana presiden dan area publik lainnya, dengan menerjunkan 150.000 personil. Aparat keamanan juga diarahkan untuk menjaga gereja-gereja di seluruh Indonesia selama beberapa minggu mendatang.

“Kelompok ini (yang telah ditahan) berkolaborasi dengan para jihadis yang kembali dari Suriah. Mereka ingin melakukan ‘konser’ untuk menarik perhatian dari media internasional. Dulu, mereka menggunakan istilah ‘pengantin’ yang berarti melakukan bom bunuh diri. Sekarang mereka menggunakan istilah ‘konser’ untuk hal serupa.”

Sejarah mencatat, beberapa kali terjadi serangan mematikan di Indonesia. Misalnya bom Bali 1 dan bom Bali 2, serangan di hotel JW Marriott dan RitzCarlton, juga serangan pada gereja.

Melawan Lupa, ISIS Gelar Baiat Khilafah

Pada tanggal 16 Maret 2014, LI meliput acara baiat yang dilakukan oleh pendukung ISIS di  Bundaran HI. Mereka menggelar acara yang bertajuk “Tabligh Akbar:Menyongsong Kehadiran Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah;  Support & Solidarity for ISIS.” Pada deklarasi, mereka menyatakan, “Kami para Muwahhidin di Indonesia di kawasan timur dunia Islam mendukung sepenuhnya Daulah Islamiyyah ini dan kami mengumumkan serta menampakkan dukungan dan pembelaan kami terhadapnya di hadapan public dalam rangka membuat geram musuh-musuh Islam yang senantiasa membuat tipu daya dalam rangka menghancurkan daulah ini. Bahkan seandainya Amirul Mu’minin Abu Bakar Al-Baghdadi al-Quraisyi meminta dari kami untuk berbaiat kepadanya, tentu kami tidak akan ragu-ragu di dalam hal itu dan tentu kami tergolong orang-orang yang bersegera menyambut ajakannya dalam rangka mencari ridho Allah dan membuat geram musuh-musuh-Nya.”

Baca juga: Deklarasi Baiat Organisasi Teroris Transnasional

Perhatikan salah seorang orator yang tertangkap oleh kamera LI berikut ini (yang memegang microfon):

Ternyata, sosok yang sama kemudian ditangkap oleh Densus 88, di Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur, pada 6 Agustus 2015.

LI secara aktif telah memberitakan gerakan ISIS di Timur Tengah, maupun kegiatan pendukung ISIS di Indonesia sejak awal tahun 2014. Saat itu, ISIS belum dilarang di Indonesia dan masih ‘samar-samar’. Barulah, setelah kota Mosul di Irak jatuh ke tangan ISIS pada Juni 2014, pemerintah mulai memperingatkan tentang bahaya ISIS.

Berbagai propaganda ISIS yang dilakukan melalui situs berita ataupun media sosial juga telah disampaikan, termasuk upaya mereka merekrut para jihadis baru untuk berperang di Suriah. Mereka juga mengajak masyarakat Indonesia untuk berbaiat kepada Khalifah ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.

Lalu mengapa, perlu waktu lebih dari setahun bagi pihak berwenang Indonesia untuk menangkap jaringan/ pendukung ISIS di Indonesia? Apakah mereka harus mengebom dan menghancurkan Indonesia terlebih dahulu, baru kemudian ditindak? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL