LiputanIslam.com — Ada salah satu pembunuhan karakter yang dilakukan secara sistematis dan dalam berbagai kesempatan, terbukti cukup berhasil, yakni memberikan predikat Syiah terhadap pihak-pihak tertentu.

Kurang banyak apa, ulama-ulama tersohor di negeri ini yang dicap Syiah, seperti Prof Quraish Shihab dan Said Aqil Siradj. Dokter Joserizal Jurnalis, seorang relawan yang mengabdikan dirinya sebagai pejuang kemanusiaan, juga dicap Syiah. Di luar negeri, kita jumpai Syeikh Ahmad Hassoun, ulama Ahlussunah Suriah yang juga dituduh Syiah. Di Mesir, Syeikh Ali Jum’ah yang diberikan cap Syiah. Lalu kini, tuduhan Syiah dialamatkan kepada kelompok pejuang Palestina, Hamas.

Ulama Salafi asal Mesir, Talaat Zahran, dalam sebuah video yang diunggah oleh Memri TV, 19 Juli 2014, menyerukan agar kaum Muslimin tidak mendukung Hamas. Mengapa?

Menurutnya, Hamas adalah organisasi yang berideologi Syiah dan Komunis. Ia juga mengungkapkan bahwa pemimpin-pemimpin Hamas sendiri tengah bersembunyi di hotel, sembari berusaha menyeret Mesir ke dalam perang melawan orang-orang Yahudi.

Berikut ini kutipan pernyataannya:

“Memang, mengerahkan tentara untuk mendukung Gaza, dan mengusir orang Yahudi dari Palestina adalah tugas kita. Tapi, siapa yang sesungguhnya kita dukung saat kita membantu Gaza? Kita harus tahu apa tujuan kita mendukung Gaza, dan siapa pemimpin Gaza? Ketahuilah, orang-orang Gaza tidak memiliki tujuan, dan tidak memiliki pemimpin. Mereka Syiah dan Komunis, sehingga mereka tidak perlu didukung.

Mereka meluncurkan rudal kepada orang-orang Yahudi, guna menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat Yahudi. Mereka melakukannya seolah-olah terpaksa. Sesungguhnya, Hamas dan Yahudi sudah mengkoordinasikan terlebih dahulu tempat-tempat di Palestina yang dijadikan sasaran. Karenanya, Hamas tidak perlu didukung dalam perang ini. Alasan lainnya, pemimpin-pemimpin Hamas juga bersembunyi di hotel-hotel, dan di bawah tanah.

Khaleed Meshaal dan pengikutnya  tinggal di hotel Lebanon, sementara Ismail Haniyeh dan pengikutnya tinggal di bawah tanah di Palestina. Hanya orang-orang Palestina  yang diserang, 4.000 rumah hancur pada hari pertama penyerangan.

Ini adalah konspirasi pimpinan Hamas terhadap rakyat Palestina. Kasus ini jelas, merupakan ayam-umpan, yang bertujuan menyeret Mesir ke dalam perang melawan orang-orang Yahudi. Inilah yang dikehendaki oleh kaum Syiah, dan Mesir tidak boleh terbawa arus ke dalam perang ini.”

Iran memang selalu membantu perjuangan rakyat Palestina dengan segenap upaya, baik dengan dana maupun senjata. Namun bantuan itu bukan didasarkan pada ideologi, melainkan karena kewajiban sebagai sesama manusia untuk membantu sesamanya. Hamas bukan Syiah, bukan pula Komunis. Hamas mengusung ideologi Ikhwanul Muslimin. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL