NewYork,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri Iran dalam wawancara dengan sebuah media AS menyatakan, bukan Teheran yang meninggalkan meja perundingan, tapi Washington.

“Mereka (AS) bisa kembali ke meja perundingan, dan tahu bagaimana cara mereka untuk kembali,”kata Mohammad Javad Zarif kepada Bloomberg, Rabu (17/7).

Sebelumnya, Zarif di hadapan para wartawan menyinggung “perang ekonomi” yang dilancarkan AS terhadap warga sipil Iran. Dia menyebutnya sebagai sebuah aksi terorisme yang mesti segera dihentikan.

Baca: Inggris Kerahkan Kapal Perang Ketiga ke Teluk Persia

Menanggapi klaim AS bahwa Iran sedang mendekati tahap pembuatan bom nuklir, Zarif mengatakan,”Andai kami berniat membuatnya, kami bisa saja sudah membuatnya saat biayanya tersedia. Namun, baik saat itu atau sekarang, kami tidak berencana membuatnya. Pemimpin tertinggi Iran telah berfatwa soal larangan bom nuklir. Selain itu, kami meyakini bahwa bom nuklir tidak menjamin keamanan.”

Saat ditanya soal Inggris yang menahan kapal tanker pembawa minyak Iran di perairan internasional Gibraltar, Zarif menegaskan bahwa Inggris tidak berhak untuk melakukan hal tersebut.

“Itu adalah murni sebuah pembajakan kapal,”tandasnya.

“Satu prinsip jelas dalam hukum adalah, pelanggar aturan tidak akan mendapat keuntungan. Orang-orang Iran ingin hidup damai dan tenang, tapi dengan menjaga martabat dan harga diri,”imbuhnya.

Meski mobilitas Zarif dibatasi AS sejak ia tiba di negara itu Minggu (14/7) lalu, faktanya ia telah diwawancarai sejumlah media seperti BBC, NBC, CNN, dan Bloomberg.

Setelah lawatan ke New York, Zarif akan menuju Caracas (ibukota Venezuela) untuk menghadiri KTT Nonblok. Lalu dia akan mengakhiri kunjungan luar negerinya di Havana, ibukota Kolumbia. (af/irna)

Baca Juga:

Iran Sebut Proyek Rudalnya “Garis Merah”

Trump Mengaku Tak Berniat “Mengubah Rezim Iran”

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*