Teheran,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri Iran menilai, statemen akhir KTT Makkah beberapa waktu lalu tidak mencerminkan sikap negara-negara Arab dan anggota GCC. Menurut Mohammad Javad Zarif, statemen akhir itu justru menunjukkan kegagalan Saudi dalam menyeragamkan sikap negara-negara Arab dengan kebijakan Riyadh.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Arabi, Rabu (12/6), Zarif menyebut sejumlah negara Arab di kawasan Teluk yang percaya bisa aman jika menjalin hubungan dengan AS. Namun, katanya, negara-negara itu salah besar.

Dia juga menyindir UEA yang menganggarkan jutaan dolar untuk membeli senjata, serta berusaha untuk menjadi “Israel Kedua” di kawasan.

Baca: Rouhani Minta Eropa Melawan “Terorisme Ekonomi” AS terhadap Iran

Saat ditanya tentang kekhawatiran negara-negara Teluk soal program nuklir Iran dan upaya mereka, termasuk UEA, untuk terlibat dalam setiap kesepakatan mendatang dengan Iran, Zarif mengatakan,”Menlu UEA bisa saja bicara langsung dengan Iran. Maka kami akan menjawab, kenapa kalian menganggarkan 22 juta dolar untuk membeli senjata? Kenapa kalian ingin menjadi ‘Israel Baru’? Kenapa kalian campur tangan di Libya? Kenapa kalian membunuhi rakyat Yaman?”

Zarif juga mengkritisi kebijakan ekspansif sejumlah penguasa muda di Timteng. Dia berkata, kita semua adalah anggota di kawasan ini dan semua harus berupaya menjamin keamanan kita secara kolektif.

“Bukan kami yang mendukung Saddam saat menginvasi Iran. Namun kami-lah yang membela Kuwait saat Irak menyerangnya. Kami bahkan mendukung Qatar dan mengesampingkan perbedaan pendapat dengan Doha saat mereka diblokade empat negara (Mesir, UEA, Saudi, dan Bahrain),”tandas Zarif.

Zarif juga menanggapi spekulasi media tentang mediasi sejumlah negara untuk mengakhiri konflik Iran-AS. Dia menegaskan, Teheran tidak pernah meminta siapa pun untuk menjadi mediator, namun Teheran berdialog dengan negara-negara sahabat. (af/fars)

Baca:

Pemuda Gaza Dukung Iran dan Bakar Foto-foto Pangeran Arab

Iran Demonstrasikan Sistem Pertahanan Udara Baru Buatannya

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*