Ankara,LiputanIslam.com-Menteri pertahanan Turki meminta agar Rusia menekan Damaskus untuk menghentikan serangan udara dan daratnya ke Idlib.

Dalam wawancara dengan al-Jazeera, Minggu (24/11) Hulusi Akar mengaku bahwa negaranya “menghendaki terwujudnya perdamaian dan kepulangan para pengungsi Suriah secara sukarela.”

Akar menyebut diadakannya “kawasan aman” sebagai hal yang urgen dan vital untuk Suriah. “Ketika kami menciptakan kawasan aman di perbatasan selatan Turki di timur Euphrat hingga kedalaman 30 km, pada hakikatnya kami memunculkan peluang untuk menciptakan kehidupan baru,”ujarnya.

Baca: Kunjungi Golan, Netanyahu Tuding Iran Rencanakan Serangan terhadap Israel

Menhan Turki menyangsikan mundurnya milisi Kurdi dari kawasan aman tersebut. Menurutnya, patroli Turki dan Rusia akan memudahkan terciptanya kawasan aman.

Tentara Turki, kata Akar, mengikuti perkembangan di kawasan utara Suriah dari dekat. Ia menambahkan,”Hal ini kami lakukan dengan berkoordinasi bersama Rusia. Keberhasilan patroli gabungan Turki-Rusia akan terlihat jelas dalam beberapa hari ke depan.”

Pada hari Kamis (21/11) lalu, Akara mengumumkan bahwa kawasan aman yang dikehendaki Turki telah dibuat. Kawasan aman itu dibuat dengan panjang 145 km dan kedalaman hingga 30 km.

“Kami menghormati keutuhan wilayah negara-negara tetangga kami. Namun kami tak akan membiarkan adanya jalur-jalur teroris di perbatasan kami,”pungkasnya. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*