Washington,LiputanIslam.com-Dilansir Press TV, sejumlah sumber di Gedung Putih menyatakan, presiden AS sudah putus asa terhadap Israel secara umum dan Benyamin Netanyahu secara khusus.

Menurut laporan Yedioth Ahronoth, kebijakan-kebijakan dan krisis politik Rezim Zionis dianggap sebagai penghalang bagi proposal Deal of The Century yang digagas Donald Trump.

Berdasarkan laporan dari sumber-sumber anonim tersebut, Trump secara terang-terangan menyatakan dirinya putus asa terhadap Netanyahu. Salah satu sumber menyinggung kegagalan Netanyahu meraih kemenangan telak dalam pemilu Israel pada 9 April lalu. Dia mengatakan, Trump tidak menyukai pecundang.

Baca: AS Diam-diam Susun Konspirasi Baru atas Irak

Sekitar dua bulan lalu, saat Rex Tillerson berpidato di Universitas Harvard, dia menyatakan bahwa Netanyahu mempermainkan Trump dengan cara memberikan info-info keliru.

“Hubungan dengan Netanyahu harus dibarengi skeptisme. Sungguh menyakitkan bahwa sekutu yang begitu dekat dan penting bagi kita (AS), berperilaku semacam ini,”ujar mantan menlu AS tersebut.

Sejak menjadi presiden AS pada Januari 2017, Trump menelurkan sejumlah kebijakan guna mendukung Netanyahu. Di antaranya adalah mengakui al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota Israel dan menyatakan Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel.

Pasca kegagalan Netanyahu membentuk kabinet, kini Benny Gantz ditugaskan untuk melakukannya. Dalam pemilu terbaru Israel, Partai Blue and White pimpinan Gantz memperoleh 33 kursi di Knesset, sementara Partai Likud pimpinan Netanyahu mendapatkan 32 kursi. Seiring berlanjutnya krisis pembentukan kabinet Israel, Gantz dan Netanyahu dituntut untuk melupakan perselisihan mereka dan segera bekerjasama untuk membentuk kabinet.

Para analis politik Israel memprediksi, baik Gantz atau Netanyahu akan sama-sama gagal membentuk kabinet baru, sehingga pemilu ketiga harus diselenggarakan. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*