NewYork, LiputanIslam.com –  Menlu Iran Mohammad Javad Zarif tidak menutup pintu kemungkinan Iran berunding dengan AS, tapi dengan syarat tidak sekedar untuk mengambil gambar tanpa hasil signifikan.

Saat menjawab pertanyaan wartawan di sela kegiatan Majelis Umum PBB di New York, AS, Senin (23/9/2019), mengenai kemungkinan pertemuan Presiden Iran Hassan Rouhani dengan Presiden AS Donald Trump, Zarif mengatakan negaranya tidak menutup “pintu perundingan”.

“Tapi jika itu hanya sekedar untuk mengambil gambar tanpa hasil signifikan maka itu tidak akan andil apa-apa kecuali menambah kesulitan ekonomi Iran. Apa yang kita perlukan ialah kejujuran,” lanjutnya.

Baca; Iran Tuntut Inggris Berhenti Jual Senjata ke Saudi

Dia mengecam keluarnya AS dari perjanjian multilateral mengenai nuklir Iran dan pengakuannya secara sepihak atas klaim Al-Quds sebagai ibu kota Israel.

Menlu Iran juga mengatakan bahwa pekan ini di Majelis Umum PBB Presiden Rouhani akan mempresentasikan prakarsa kerjasama regional Teluk Persia dengan tujuan menggalang “Aliansi Harapan” demi mewujudkan keamanan dan kerukunan di kawasan ini dengan partsipasi dan peran negara-negara regional sendiri tanpa intervensi asing.

Baca: Erdogan Sebut Serangan ke Aramco adalah Tanggung Jawab Saudi

Zarif menambahkan bahwa Iran berharap negara-negara jirannya semisal Irak, Qatar, Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan bahkan Arab Saudi bersedia bergabung demi terbentuknya aliansi ini. Adapun Yaman, lanjutnya, bisa menyusul karena sekarang masih berada dalam kondisi perang.

Dia juga mengatakan bahwa aliansi ini “berada di bawah pengawasan PBB” karena akan menjamin “hubungan dengan masyarakat internasional”, dan prakarsa itu sendiri berpijak pada prinsip non-agresi dan prinsip non-intervensi.

Di hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengaku tidak menutup kemungkinan mengadakan pertemuan dengan sejawatnya dari Iran, Hassan Rouhani.

Baca: Trump Mengaku Siap Dengarkan Rancangan Perdamaian Rouhani di PBB

Hal itu dia katakan ketika membantah anggapan bahwa dia menutup kemungkinan tersebut.

“Kami tidak memiliki jadwal kerja demikian, tapi saya tidak menutup kemungkinan. Untuk apa saya berbuat demikian?” katanya.

Mengenai upaya Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membantu menengahi antara AS dan Iran dia mengaku tidak perlu mediasi. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*