Jubir kemenlu Iran, Abbas Mousavi.

Tehran, LiputanIslam.com–Iran meminta London agar segera menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi daripada sibuk menuduh Tehran berperan dalam serangan drone di dua fasilitas minyak Saudi.

“Pemerintah Inggris, alih-alih [melancarkan] upaya sia-sia melawan Republik Islam Iran, mereka seharusnya bertindak menghentikan penjualan senjata mematikan ke Arab Saudi, yang merupakan tuntutan banyak orang di dunia, dan [mereka] harus melepaskan diri dari tudingan melakukan kejahatan perang terhadap rakyat Yaman,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, pada Senin (23/9).

PM terbaru Inggris, Borris Johnson, pada hari sebelumnya menuding Iran berada di balik serangan terhadap fasilitas minyak Saudi. Ia pun menyatakan bahwa London akan bekerja dengan AS dan sekutu Eropa lainnya untuk mengurangi ketegangan di Teluk Persia.

“Kami pikir sangat mungkin Iran memang bertanggung jawab,” demikian kata Johnson kepada wartawan ketika hendak terbang ke New York untuk menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB sesi ke-74.

Pada 14 September lalu, gerakan Ansarullah Yaman dan sekutu mereka dari tentara Yaman mengerahkan 10 drone untuk mengebom fasilitas minyak Abqaiq dan Khura yang dijalankan oleh perusahaan minyak milik negara Saudi, Aramco. Serangan ini menghancurkan lebih dari setengah produksi minyak mentah Saudi, atau lima persen dari pasokan global. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*