Manama, LiputanIslam.com –   Bahrain, meskipun rezimnya berkompromi dengan Israel demi menuruti kehendak AS, namun penduduknya justru sangat loyal kepada Palestina dan pantang tunduk kepada agenda Israel dan AS.

Dalam hal ini, sebuah aksi epik telah ditunjukkan oleh penduduk Bahrain saat menanggapi tindakan provokatif seorang wartawan Israel di depan pintu gedung Jami’iyyah Bahrain Anti-Normalisasi Hubungan Dengan Zionis.

Di depan kamera amatir, sejumlah pria Bahrain melakukan aksi “penyucian najis” dari tempat berdirinya seorang wartawan Israel ketika dia melakukan aksi selfie atau swafoto provokatif.

Baca: Penutupan Konferensi Bahrain, Kushner Sebut Para Pemimpin Palestina Gagal

Dengan sebuah tagar berbahasa Arab yang berarti “Bahrain menolak normalisasi”, sebuah rekaman video amatir yang merekam reaksi penduduk Bahrain telah tersebar melalui media sosial Twitter. Dalam penggalan video yang hanya berdurasi 34 detik itu terlihat tiga orang pria melakukan aksi “pembersihan dan penyucian” teras gedung  Jami’iyyah Bahrain Anti-Normalisasi Hubungan Dengan Zionis, yang sebelumnya telah dijadikan sebagai tempat swafoto wartawan Israel sembari menunjukkan paspor Israel-nya.

Mereka menyapu dan mengepel  bagian teras dan paving di depan pintu tersebut. Sembari mengepel paving, satu pria lanjut usia di antaranya mengatakan, “Kami sedang membersihkan dan menyucikan tempat ini dari sesuatu yang paling najis.”

Baca: PLO Sebut Prakarsa AS Lecehkan Kecerdasan Palestina

Dilaporkan bahwa selain aksi yang dilakukan oleh beberapa pria tersebut, penduduk Bahrain juga ramai-ramai mengibarkan bendera Palestina di sisi bendera negara mereka untuk menandai penolakan terhadap lokakarya ekonomi yang disponsori AS di Bahrain.

Para aktivis media sosial Bahrain menyatakan bahwa wartawan Israel tersebut telah memublikasikan aksi selfienya di gedung itu jelas dimaksudkan untuk meremehkan dan memperolok rakyat Bahrain terkait dengan isu Palestina.

Baca: Aljazair, Masyarakat Arab Paling Vokal Terhadap Lokakarya Bahrain

Menurut mereka, tindakan wartawan itu merupakan provokasi di depan sensibilitas rakyat Bahrain, dan karena itu rakyat negara ini menuntut tindakan tegas terhadap aksi itu.

Sementara itu, channel Kana milik Israel menyebutkan bahwa Salman bin Ahmad al-Khalifah, penasehat media Raja Bahrain, telah mengadakan jamuan makan malam untuk puluhan wartawan Israel yang datang ke negara ini untuk meliput lokakarya ekonomi, meskipun kedua negara tidak terikat hubungan diplomatik. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*