Aljir, LiputanIslam.com –   Aljazair tergolong negara Arab yang paling avokal menolak lokakarya Bahrain. Tentang ini, jurnalis Harian al-Khabar di Aljazair, Mohammmad Alal, di halaman Twitter-nya menuliskan, “Aljazair menolak mentah-mentah partisipasi dalam pertemuan di Manama yang kini melelangkan Palestina secara terbuka, dengan rencana keji AS, dan sayangnya justru diberi pencitraan dan didanai oleh orang-orang Arab sendiri.”

Dia mengecam keras kebijakan negara-negara Arab peserta lokakarya Manama dan mengaku heran mengapa mereka tak bersikap dalam masalah ini.

Baca:  Penutupan Konferensi Bahrain, Kushner Sebut Para Pemimpin Palestina Gagal

Alal melanjutkan dengan menyoal, “Mana mereka yang suka merapal nama Palestina sembari mengenakan keffiyeh di berbagai festival internasional itu? Mana ucapan penolakan kalian sekarang terhadap penghinaan oleh rencana yang, sayang sekali, datang justru dengan partisipasi negara-negara Arab kalian dan dengan dana yang dijarah dari kalian itu?’”

Aktivis politik Aljazair Yusouf Khababah yang melontarkan kecaman yang tak kalah pedasnya dengan menyebut para peserta lokarkaya Bahrain sebagai para pengkhianat.

Baca:  PLO Sebut Prakarsa AS Lecehkan Kecerdasan Palestina

Di halaman Facebook-nya dia menulis, “Kepada pedang-pedang pengkhianat dalam lokarkaya perdagangan di Manama ketahuilah bahwa Palestina telah membongkar kemunafikan kalian, dan Palestina akan tetap menjulang di depan muka para emir dan raja pengkhianat.”

Anggota parlemen Aljazair dari partai Keadilan dan Pembangunan, Lakhdar bin Khalaf, menegaskan, “Palestina tak akan terjual dengan Dirham maupun Dolar. Jatuhlah konferensi Bahrain!” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*