Dubai, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir menyatakan negaranya sepakat dengan tuduhan Amerika Serikat (AS) bahwa Iran berada di balik serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Selat Oman.

“Tak ada faktor yang mendorong kami untuk berselisih dengan Menteri Luar Negeri (Mike Pompeo), kami sepakat dengannya, Iran memiliki sejarah dalam hal ini,” ungkap Al-Jubeir, Kamis (13/6/2019).

Sebelumnya di hari yang sama, Menteri Energi, Industri, dan Pertambangan Saudi Khalid al-Falih mengatakan bahwa salah satu kapal yang terkena serangan itu mengangkut methanol dari kota Jubail, Saudi.

Kantor berita Saudi, SPA, mengutip pernyataan al-Falih bahwa negara ini prihatin menyimak berita adanya serangan tersebut, apalagi serangan serupa juga sudah terjadi pada bulan lalu dengan sasaran kapal-kapal Saudi di dekat perairan Uni Emirat Arab (UEA).

Baca: AS Resmi Tuding Iran Terlibat Serangan ke Kapal Tanker di Selat Oman

Dia menegaskan bahwa Saudi akan menempuh tindakan-tindakan yang dinilai tepat untuk melindungi pelabuhan dan perairan regionalnya, dan mengajak masyarakat internasional untuk turut bertanggungjawab melindungi pelayaran internasional.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan, “Doha mengecam serangan ke dua kapal di Teluk Oman, terlepas dari siapa yang berdiri di baliknya.”

Seperti dilansir kantor berita Qatar, Qana, kementerian itu menambahkan bahwa pemerintah Qatar mengingatkan ihwal “tindakan penyia-penyiaan keamanan kawasan Teluk dan kawasan secara keseluruhan”, serta menyerukan penyelidikan internasional secepatnya agar pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini dapat dituntut pertanggungjawabannya di depan hukum.

Baca: Iran Sebut Serangan Terhadap Tanker Minyak di Teluk Oman ‘Mencurigakan’

Menteri Luar Negeri UEA Anwar Garghash juga berkomentar di halaman Twitter-nya dengan menyebut serangan itu dan serangan rudal pasukan Ansarullah (Houthi) di Yaman terhadap bandara Abha di bagian selatan Saudi sebagai “perkembangan yang memprihatinkan serta eskalasi berbahaya.”

Dia menambahkan bahwa perkembangan itu menuntut “gerakan masyarakat internasional untuk menjamin keamanan dan stabilitas regional.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*