LiputanIslam. Com—Dua tanker minyak yang sedang beroperasi di dekat Selat Hormuz dilaporkan meledak pada Kamis pagi (13/6). Dua tanker ini dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Frontline dan Bernhard Schulte.

Menlu Iran,  M. Javad Zarif,  mengatakan serangan tersebut ada hubungannya dengan upaya Jepang untuk meredam ketegangan yang tengah meningkat di Timur Tengah.

” Serangan terjadi pada saat PM Jepang,  Shinzo Abe melakukan pembicaraan terbuka dan ramah dengan Ayatullah Khamenei, ” tulis Zarif melalui akun twitternya.

Jubir pemerintah Iran,  Ali Rabei,  menjelaskan pemerintah Iran siap bekerjasama untuk menciptakan keamanan di jalur laut yang strategis tersebut.  ” Semua negara di kawasan harus berhati-hati agar tidak jatuh ke dalam perangkap pihak -pihak tertentu yang merasa diuntungkan dengan situasi yang tidak stabil ini” ucapnya.

Hingga kini,  tidak ada laporan terkait korban jiwa dalam insiden tersebut. Menurut laporan dari media setempat,  44 awak kapal telah diselamatkan oleh tim penyelamat Iran dan telah di evakuasi ke pelabuhan Iran.

Baca: Cegah Kapal Tanker Minyak Masuki Yaman, Arab Saudi Dikecam PBB

Sebelumnya,  peristiwa serupa juga terjadi di dekat Selat Hormuz yang melibatkan empat tanker,  dua di antaranya adalah milik Arab Saudi.

Hingga kini insiden tersebut masih belum terungkap secara baik.  Amerika yang tengah terlibat ketegangan dengan Iran,  segera menuding Republik Islam sebagai pelaku serangan tanpa memberikan bukti-bukti yang bisa menguatkan tuduhan itu.  Sementara itu,  otoritas Iran menepis tuduhan tersebut dan menuding pelaku dibalik serangan tanker adalah Israel.  (Fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*