Moskow, LiputanIslam.com –   Rusia mengecam tindakan Inggris menahan sebuah kapal tanker minyak Iran di lepas pantai Gibraltar, dan menyebutnya tindakan provokatif untuk “memperburuk situasi” di Timur Tengah.

“Kami mengutuk penyitaan sebuah kapal supertanker yang mengibarkan bendera Panama yang dilakukan pada bulan Juli oleh otoritas Gibraltar yang didukung oleh Marinir Kerajaan Inggris,” ungkap Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataannya, Jumat (5/7/2019), seperti dilansir kantor berita TASS.

Marinir Kerajaan Inggris di Gibraltar Kamis lalu mencegat dan menahan kapal Grace 1 berkekuatan 300.000 ton serta menuduhnya membawa minyak ke Suriah sehingga berpotensi melanggar sanksi Uni Eropa (UE) terhadap Damaskus.

Baca: Panas, Iran Ancam Balas Inggris jika Kapal Tankernya di Gibraltar Tak Dilepas

Kementerian Luar Negeri Rusia menambahkan, “Kami menganggap penahanan kapal dan muatannya itu sebagai langkah yang disengaja untuk memperburuk situasi di sekitar Iran dan Suriah. Komentar oleh pejabat Inggris dan AS yang datang segera setelah operasi ini membuktikan penilaian ini, dan menunjukkan bahwa operasi ini telah direncanakan sebelumnya serta melibatkan layanan dan lembaga yang sesuai dari beberapa negara.”

Baca: Soal Sanksi AS, Zarif: Saya Tak Punya Rekening Luar Negeri

Iran mengutuk tindakan itu sebagai “pembajakan laut” dan memanggil duta besar Inggris untuk menyampaikan nota protes kepadanya. Teheran berjanji akan menggunakan semua kapasitas politik dan hukumnya untuk menjamin pelepasan kapal dan menegakkan hak-haknya. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*