Moskow, LiputanIslam.com –  Pemerintah Rusia mengingatkan kepada masyarakat internasional untuk tidak “terburu mengambil kesimpulan” terkait dengan serangan terhadap pabrik raksasa minyak Arab Saudi, yang disusul dengan tuduhan AS terhadap Iran meskipun kelompok Ansarullah (Houthi) di Yaman mengaku bertanggungjawab atas serangan itu.

“Kami menyerukan kepada semua negara untuk menahan diri dan tidak terburu mengambil kesimpulan yang dapat memperburuk keadaan. Sebaliknya, semua hendaknya menjaga kebijakan yang membantu peredaan situasi,” ujar Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Senin (16/9/2019).

Dia menambahkan, “Peristiwa ini memprihatinkan dan berdampak yang sangat memprihatinkan bagi pasar (minyak) dunia… Semoga Saudi dapat memperbaiki kerusakan secepanya.”

Baca: AS Enggan Menyerang Iran, Putra Mahkota Saudi Kecewa Berat

Harga minyak mengalami kenaikan, Senin, bersamaan dengan meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran, menyusul insiden serangan pesawat nirawak yang menyebabkan terjadi kebakaran hebat pada dua pabrik minyak Saudi.

Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, namun Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo segera membuat pernyataan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa serangan itu diluncurkan dari Yaman.

Sementara itu, Juru bicara Uni Eropa (UE) Federica Mogherini menyerukan kepada segenap pihak terkait agar “sedapat mungkin menahan diri” setelah AS menuding Iran bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Baca: Irak Tepis Isu Serangan Drone ke Aramco Berasal dari Negaranya

“Yang penting ialah pembuktian secara jelas atas fakta yang ada dan memastikan tanggungjawab atas serangan yang memprihatinkan ini. Di saat yang sama, UE kembali menyerukan agar sedapat mungkin menahan diri dan meredakan ketegangan,” imbaunya.  (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*