Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa bangsa Iran telah lulus dari “ujian historis lagi” dalam keadaan terhormat, dan membuktikan bahwa mereka tidak akan pernah membiarkan musuh mencapai tujuannya meskipun ada problematika ekonomi.

Dalam sebuah pidato pada pertemuan pemerintah Iran, Rabu (20/11/2019), Rouhani menjelaskan bahwa dalam insiden kerusuhan yang terjadi belakangan ini rakyat Iran telah membuktikan kewaspadaannya terhadap rencana musuh dan upaya badan intelijen asing dan teroris untuk menciptakan kekacauan di Iran.

Mengacu pada laporan Menteri Dalam Negeri Iran dalam pertemuan kabinet tentang insiden tersebut, Presiden Iran mengatakan, “Para perusuh diorganisir dan dipersenjatai ketika mereka mulai melakukan sabotase seperti yang direncanakan sebelumnya oleh rezim-rezim reaksioner regional, Zionis dan AS”.

Baca: Ayatullah Khamenei: Iran Kalahkan Musuh dalam Insiden Keamanan

Rouhani menekankan bahwa melalui sanksi dan tekanan ekstrim terhadap Iran pihak musuhnya bermaksud memobilisasi massa ke jalanan melawan pemerintahan, dan bahwa kerusuhan itu dibuat “sistematis oleh musuh untuk menyerang keamanan Iran.”

Presiden Iran menyebutkan bahwa kerusuhan itu telah mengugurkan sejumlah polisi dan pasukan keamanan serta anggota Korps  Garda Revolusi Islam (IRGC) dan relawan Basij.

Baca: Iran Sebut Pengakuan AS Dukung Rakyat Iran Sebagai Contoh Kemufikan Murni

Dia lantas menekankan bahwa pihak yang berwenang “akan menindak tegas siapa saja yang ingin menjadi tentara bayaran negara lain terhadap keamanan nasional Iran.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*