Damaskus, LiputanIslam.com –  Pasukan Arab Suriah (SAA) dilaporkan telah memasuki ladang minyak di provinsi Hasakah di bagian timur laut negara ini untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini terjadi bersamaan dengan berlanjutnya pengerahan personil mereka di daerah-daerah di dekat perbatasan Suriah-Turki guna menghadapi serangan lintas-perbatasan tentara Turki dan kelompok-kelompok militan sekutunya terhadap milisi Kurdi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

Beberapa media, Selasa (5/11/2019, melaporkan bahwa SAA mendatangi ladang minyak Rumailan yang terletak di dekat desa Mulla Abbas ketika Damaskus sangat membutuhkan cadangan minyak utama untuk memperoleh pendapatan dan memenuhi kebutuhan energinya di tengah ketatnya sanksi Barat.

Baca: Suriah Terus Kerahkan Tentaranya untuk Hadang Serangan Tentara Turki

Di pihak lain, AS membekukan keputusan menarik semua pasukannya dari timur laut Suriah. Pekan lalu AS mengumumkan pengerahan sekira 500 tentaranya ke ladang minyak yang dikendalikan oleh pasukan Kurdi.

Kepala Pentagon Mark Esper berdalih bahwa pengerahan pasukan itu bertujuan mengamankan sumber daya minyak dari potensi serangan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS).

Dia juga menegaskan pihaknya akan menggunakan kekuatan “luar biasa” terhadap aktor lain yang menantang AS, termasuk pemerintah Suriah sendiri.

Baca: Tentara Suriah Temukan Sejumlah Besar Ranjau Buatan AS dan Israel Peninggalan ISIS

Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengisyaratkan negaranya akan mencari kepentingan ekonomi dengan mengendalikan ladang minyak.

Suriah sejauh ini  Suriah baru memanfaatkan minyak hanya sebanyak 10 persen dari kapasitasnya sebelum perang.

Bersama Iran dan Turki,  Suriah telah mengecam penggunaan minyak Suriah secara ilegal oleh Washington. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*