Sanaa, LiputanIslam.com –   Pemimpin kelompok pejuang Ansarullah di Yaman, Sayid Abdel Malik al-Houthi, meminta Uni Emirat Arab (UEA) “serius dan jujur” dalam mengumumkan “penarikan mundur” dari Yaman, setelah Abu Dhabi pada bulan lalu mengumumkan penarikan sejumlah besar pasukannya dari beberapa kawasan Yaman.

Dalam pernyataan yang disiarkan saluran TV Al-Masirah milik Ansarullah, Ahad (4/8/2019), al-Houthi mengatakan, “Musuh mengalami kejatuhan mental dan kekacauan dari hari ke hari, dan kami berharap Emirat jujur dalam mengumumkan penarikan mundur, meskipun berusaha mengubah tema itu menjadi tema ‘penugasan kembali’.”

Baca: NYT: UEA Keluar Dari Yaman Karena Yakin Tak Sanggup Menangi Perang

Dia menambahkan, “Nasihatku kepada Emirat ialah hendaknya jujur dan serius dalam mengumumkan penarikan mundur demi kepentingan di level ekonomi dan semua level lain…. Keberlanjutan agresi dan pendudukan atas negara kami merupakan bahaya dan ia (UEA) harus bertanggungjawab atasnya.”

Pada bulan lalu UEA mengumumkan penarikan mundur pasukannya dari sejumlah kawasan di Yaman dalam sebuah perencanaan yang disebutnya “penugasan kembali” dan karena faktor “stategis dan taktis”.

Baca: Pertama Kali, Ansarullah Yaman Tunjukkan Video Peluncuran Rudal “Borkan 3” ke Saudi

UEA merupakan komponen utama aliansi militer Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi sejak Maret 2015 dan menginvasi Yaman dengan dalih membela pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi dan menumpas Ansarullah.

Menteri Luar UEA Anwar Gargash dalam sebuah artikelnya di Washington Post pada bulan lalu menyebutkan bahwa “UEA dan anggota aliansi itu tetap ada dan tidak meninggalkan Yaman… Kami akan bekerja dengan berbagai bentuk, dan keberadaan militer kami masih terjaga dan sesuai dengan undang-undang internasional. Kami akan memberikan konsultasi dan membantu pasukan lokal Yaman.”

Yaman dilanda perang sejak tahun 2014 antara Ansarullah yang didukung Iran dan pasukan loyalis Mansour Hadi yang didukung Saudi dan sekutunya. Saudi dan sekutunya kemudian melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*