غضب عشائري واستنفار أمني بالاردن إثر إعدام الكساسبةNewYork, LiputanIslam.com – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengutuk eksekusi pilot Jordania Moaz al-Kasasbeh oleh kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dan menyebutnya sebagai perbuatan yang mengerikan. Bersamaan dengan ini pemerintah Jordania membalas kekejaman ISIS tersebut dengan menghukum mati beberapa militan yang sebelumnya diminta ISIS supaya dibebaskan.

“ISIS adalah kelompok teroris yang sama sekali tidak menghargai nyawa manusia,” kecamnya, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (4/1/2015). Dia menyerukan kepada semua negara supaya menumpas terorisme dan radikalisme.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Selasa (3/1/2015) ISIS memublikan video aksi yang mereka klaim sebagai pembakaran pilot Jordania Letnan Moaz al-Kasasbeh. (Baca: ISIS Rilis Video Pembakaran Pilot Jordania )

Mereka menyatakan pembakaran manusia hidup-hidup dilakukan menyusul kegagalan negosiasinya dengan pemerintah Amman.

Raja Abdullah Serukan Persatuan

Menyusul perilisan video kekejaman ISIS itu, Raja Abdullah II dari Jordania segera mengakhiri lawatan kenegaraannya ke Amerika Serikat dan bertolak ke Amman, ibu kota Jordania.

Dia selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata Jordania mengatakan bahwa al-Kasasbeh adalah pahlawan yang telah membela keyakinan, tanah air dan bangsanya. Dia juga menyerukan kepada bangsa Jordania supaya “berdiri di satu barisan”.

“Dengan penuh rasa prihatin, duka cita dan amarah kami telah menerima berita gugurnya pilot gagah berani Moaz al-Kasasbeh di tangan organisasi teroris pengecut ISIS,” ungkapnya dalam sebuah pesan yang ditayangkan TV resmi Jordania.

Dia menambahkan, “Pada momen-momen sulit ini sudah menjadi kewajiban bagi semua putera dan puteri negeri ini untuk berdiri di satu barisan, menunjukkan khazanah bangsa Jordania yang kokoh dalam menghadapi kesulitan dan ujian yang tidak akan menambah apa-apa bagi kita kecuali kekuatan, kesolidan dan ketangguhan.”

Otoritas Jordania Membalas

Laporan terbaru dari situs berita TV Alarabiya mengutip pernyataan sumber keamanan Jordania Rabu (4/2/2015) bahwa otoritas negara ini telah menghukum gantung wanita militan asal Irak, Sajidah al-Rishawi, yang sebelumnya diminta ISIS supaya dibebaskan dari penjara Jordania.

Al-Rishawi diringkus aparat keamanan Jordania setelah gagal meledakkan bom sabuk yang dikenakannya. Dia dihukum pidana juga karena berperan dalam aksi peledakan bom yang menewaskan 60 orang di Jordania pada tahun 2005.

Selain dia, anggota al-Qaeda Ziyad al-Karboli yang terlibat dalam serangan yang mematikan pada tahun 2008 juga dihukum gantung pada Rabu pagi.

Sebelumnya, sumber keamanan Jordania menyatakan kepada AFP bahwa pihaknya akan menghukum mati enam orang militan, dua orang di antaranya adalah al-Rishawi dan al-Karboli. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL