Teheran, LiputanIslam.com –   Kepala lembaga industri elektronik Kementerian Pertahanan Iran, Brigjen Shahrakh Shahram, memastikan bahwa sistem payung udara “Bavar 373” yang baru dipamerkan Iran lebih baik daripada “Patriot” buatan AS.

“Sistem ini (Bavar 373) diputuskan dan dibuat sesuai kebutuhan negara kepada pertahanan berperforma tinggi. Dan mengingat bahwa sistem ini dibuat sebagai implementasi atas pengarahan pemimpin revolusi (Ayatullah Ali Khamenei) dan bersamaan dengan momen peringatan Maulid Nabi saw, maka sistem ini diberi nama dengan angka 373 yang merupakan hitungan huruf abjad nama Rasulullah saw dan kata ‘bavar’ (percaya/iman) dalam rangka berharap berkah dari pernyataan pemimpin revolusi tentang rasa percaya diri,” terang Shahram, Kamis (22/8/2019), seperti dilansir Fars.

Baca: Iran Pamerkan Sistem Pertahanan Udara Baru Buatannya, Bavar “373”

Dia melanjutkan, “Karena adanya ancaman yang terus meningkat, kami memerlukan sistem yang lebih kuat daripada S-300, karena itu diputuskan dan dibuatlah sistem Bavar 373. Sistem lebih kuat dalam pemburuan dan deteksi sasaran, jarak kontak, dan kemampuan konfrontasi dibanding sistem S-300”.

Asisten Menteri Pertahanan Iran itu menyebutkan bahwa Bavar 373 merupakan sistem berukuran besar yang memiliki sistem-sistem cabang yang bergerak serta didukung radar pelacak untuk radius lebih dari 320 kilometer, di samping radar pelacak yang jarak jangkaunya mencapai lebih dari 250 kilometer serta dapat memburu sasaran dengan presisi tinggi.

Baca: Zarif: Iran Akan Membuat Kejutan Jika AS Membuat Kejutan

“Sistem ini memiliki lebih dari 6000 unsur mata majemuk yang masing-masing merupakan radar,” tuturnya.

Menurutnya, Bavar 373 digunakan untuk menghadapi rudal-rudal balistik dengan kemampuan yang “jauh lebih baik daripada sistem Patriot buatan AS.”

Adapun “THAAD” yang juga buatan AS, imbuhnya, tergolong sistem pemantau, dan Bavar 373 tergolong sistem pertahanan rudal tertinggi di kelasnya.

Sementara itu,   Wakil Menteri Pertahanan Iran Brigjen Qasim Taqizadeh menyatakan bahwa era produksi rudal Shahad 1 sudah berlalu, dan sekarang Iran memiliki rudal berpresisi tinggi yang data-datanya belum pernah dipublikasi.

Dia menyebutkan bahwa Iran masih merahasiakan beberapa capaiannya dengan maksud akan membuat kejutan bagi musuh, dan Iran sudah berswasembada dalam industri kedirgantaraan. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*