Ankara, LiputanIslam.com –   Pemerintah Turki dan pemerintah Suriah terlibat perdebatan panas terkait serangan udara tentara Suriah terhadap konvoi militer Turki di Suriah.

Kementerian Pertahanan Turki, Senin (19/8/2019), menyatakan bahwa tiga warga sipil tewas dan 12 orang lainnya menderita luka-luka terkena serangan udara tentara Suriah terhadap konvoi militer Turki yang sedang bergerak menuju markas pemantauan ke-9 di bagian barat laut Suriah.

Kementerian ini menilai serangan itu melanggar kesepakatan dan kerjasama Turki dengan Rusia, dan menyatakan bahwa Turki sebelumnya sudah memberitahu Rusia ihwal konvoi pasukannya tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah statemennya menyatakan bahwa konvoi pasukan Turki itu melanggar perbatasan dan bergerak menuju kota Khan Sheykhun, provinsi Idlib, untuk menolong kelompok teroris Jabhat Al-Nusra yang kalah perang.

“Tindakan itu menunjukkan dukungan tanpa batas Turki kepada kelompok-kelompok teroris,” lanjut statemen tersebut.

Kementerian Luar Negeri Suriah menegaskan, “Pemerintah Turki bertanggungjawab penuh atas dampak pelanggaran terbuka terhadap kedaulatan, integritas, dan keamanan wilayah Republik Arab Suriah dan hukum internasional.”

Baca: Setelah 5 Tahun, Tentara Suriah Masuki Khan Sheikhoun

Pemerintah Damaskus menegaskan kembali bahwa tindakan militer Turki itu “tidak akan berpengaruh pada kelanjutan upaya tentara Suriah menghalau sisa-sisa teroris di Khan Sheykhoun dan lain-lain.”

Para aktivis kubu oposisi Suriah menyatakan bahwa konvoi militer Turki yang terdiri atas 25 mesin tempur dan kendaraan telah memasuki wilayah Suriah melalui pintu perbatasan al-Hawa, namun terhenti setelah mendapat serangan udara Suriah di kota Ma’rah al-Nouman.

Mereka menyebutkan bahwa jet-jet tempur Suriah menggempur kendaraan-kendaraan kelompok Failaq al-Sham yang saat itu sedang menunggu konvoi militer Turki, dan sebanyak satu anggota kelompok itu tewas dan tiga orang lainnya luka-luka. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*