London, LiputanIslam.com –   Negara-negara besar Eropa kompak mengecam tindakan Iran menyita dua kapal tanker minyak Inggris di Selat Hormuz, Teluk Persia.

Jerman, Sabtu (20/7/201), menyebut aksi Iran itu “tidak dapat dibenarkan” dan menilainya memperkeruh situasi yang sudah tegang di daerah itu.

“Kami mendesak Iran untuk segera membebaskan kapal itu dan awaknya,” kata seorang juru bicara kementerian luar negeri Jerman dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan bahwa peningkatan lebih lanjut ketegangan regional “akan sangat berbahaya”, dan akan “melemahkan semua upaya yang sedang berlangsung untuk menemukan jalan keluar dari krisis saat ini.”

Baca: Iran Nyatakan Siap Hadapi Segala Skenario Pasca Penyitaan Tanker Inggris

Kementerian luar negeri Prancis di hari yang sama membuat statemen berisi pengakuan pihaknya sangat prihatin atas penyitaan kapal Inggris, dan menyebut merusak upaya-upaya de-eskalasi di Teluk Persia.

“Kami telah belajar dengan keprihatinan yang besar atas penyitaan kapal Inggris oleh pasukan Iran. Kami mengutuknya dengan keras dan mengekspresikan solidaritas penuh kami dengan Inggris.”

Inggris sendiri saat itu juga mengecam keras dan tak dapat menerima penyitaan dua kapal tankernya oleh pasukan Iran, serta menyebutnya tindakan ilegal dan berbahaya.

Baca: Sebaiknya Inggris Berhenti Menjadi Alat Terorisme Ekonomi AS

Menteri luar negeri Inggris Jeremy Hunt di halaman Twitter-nya menyatakan, “Tindakan kemarin di Teluk menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan bahwa Iran mungkin memilih jalur berbahaya perilaku ilegal dan tidak stabil setelah penahanan LEGAL Gibraltar atas minyak yang ditujukan ke Suriah,” ungkap Hunt di Twitter.

Dia memperingatkan, “Seperti saya katakan kemarin reaksi kita akan dipertimbangkan tetapi kuat. Kami telah berusaha menemukan cara untuk menyelesaikan masalah Grace1 tetapi AKAN memastikan keamanan pengiriman kami.”

Dia juga menyebutkan bahwa Dubes Inggris untuk Iran melakukan kontak dengan Kemlu Iran untuk meredakan ketegangan dan bahwa London bekerjasama dengan para mitranya di dunia.

Dia menambahkan, “Penyitaan ini tidak bisa diterima. Sangat penting bahwa kebebasan navigasi dijaga dan bahwa semua kapal dapat bergerak dengan aman dan bebas di kawasan itu. ”

Baca: Iran Membalas Menahan Kapal Tanker Minyak Inggris di Selat Hormuz

Kemhan Inggris, Ahad, menyatakan pihaknya konsisten kepada eksistensi militernya di Timteng untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.

Dia mengatakan, “Saya kira, semua pihak prihatin atas kemungkinan pecahnya konflik, kita harus menenangkan sikap.”

Meski demikian, dia mengaku pihaknya sedang mempelajari berbagai opsi untuk menanggapi tindakan Iran itu.

Menteri yunior Kementerian Pertahanan Inggris Tobias Ellwood, Ahad, mengakui keterbatasan kemampuan intervensi militernya.

“Angkatan Laut Kerajaan sangat kecil untuk mengelola kepentingan kami di dunia. Jika ini kita kehendaki di masa mendatang maka perdana menteri yang akan datang harus mengakuinya,” ujar Ellwood. (mm/euronews/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*