Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa kelompok pejuang yang berbasis di Libanon ini memiliki suatu titik kekuataan berupa data dan informasinya yang akurat tentang keadaan di dalam wilayah Israel.

“Hizbullah selalu membaca Israel dengan semua cara berpikir, kebudayaan, tradisi, ada istiadat, titik kekuatan, titik kelemahan, perkembangan, dan aneka peristiwanya. Hizbullah memiliki pengetahuan memadai dan diperlukan dalam perang mendatang ataupun mengenai apa yang akan dapat dilakukan Israel,” ungkap Nasrallah dalam wawancara dengan majalah Masir yang bermarkas di Iran, seperti dikutip Rai Al-Youm, Sabtu (28/9/2019).

Dia menambahkan bahwa Hizbullah memantau aneka peristiwa dan perkembangan yang terjadi di Israel sehingga dapat melakukan evaluasi, penelitian, kajian, dan pengambilan kesimpulan ihwal kaum Zionis Israel.

Baca: Nasrallah Ungkap Rahasia Keberanian Ayatullah Khamenei Ketika Semua Orang Ketakutan

“Kami mengetahui bagaimana mereka (kaum Zionis) berpikir, apa yang mereka sukai, apa yang tidak mereka sukai, apa yang berpengaruh pada mereka, bagaimana perpecahan dan perselisihan politik, perselisihan partai, dan perselisihan keagamaan yang ada pada mereka, serta evaluasi para petinggi politik dan militer mereka. Semua ini  kami cermati dan (datanya) tersedia pada kami,” terangnya.

Baca: Media Israel: Netanyahu Akan Kembalikan Mandat Presiden Minggu Depan

Sayid Nasrallah memastikan bahwa data dan informasi yang dikantongi Hizbullah mengenai Israel menjadi kekuatan besar dan penting bagi Hizbullah dalam berinteraksi dengan Israel dan menghadapinya dengan berbagai cara.

Mengenai perkembangan situasi di Libanon selatan, Sekjen Hizbullah mengatakan, “Musuh sekarang berada dalam posisi defensif. Dulu kamilah yang selalu berada dalam posisi defensif, tapi sekarang dalam posisi ofensif. Kamilah yang mengancam akan masuk ke wilayah Palestina pendudukan.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*