Sumber: Reuters

Tel Aviv,LiputanIslam.com—Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menerima mandat dari presiden Israel untuk membentuk sebuah pemerintahan. Mandat itu memberikan tenggang waktu 28 hari kepada Netanyahu, dengan kemungkinan tambahan waktu 14 hari. Namun, media Israel menyarankan agar Netanyahu tidak menunggu selama itu. Sebab, para pemimpin partai menolak untuk turut memecahkan kebuntuan politik di Israel.

The Times of Israel mengabarkan, PM Netanyahu mungkin akan segera mengumumkan bahwa dirinya tidak bisa membentuk sebuah pemerintahan, yang nantinya akan menggiring Israel pada pemilu putaran ke-tiga. Sumber yang sama menyebutkan, Netanyahu akan mengembalikan mandat kepada Presiden Reuven Rivlin setelah festival Rosh Hashanah (Tahun Baru Yahudi) berakhir.

The Times menyebutkan, Rivlin mungkin akan memberikan mandat kepada Benny Gantz, rival Netanyahu. Tapi, Perdana Menter Netanyahu sepertinya tidak akan mau memberikan kursi perdana menteri kepada Gantz. Situasi ini nantinya akan menggiring Israel untuk menggelar pemilu ketiga, sesudah dua pemilu sebelumnya yaitu pada April dan September gagal membuat partai Likud atau pun koalisi Biru dan Putih memperoleh kemenangan.

Baca: Abbas Telah Tentukan Sikap, Apapun Hasil Pemilu Israel

Pemilu terakhir pada September menunjukkan koalisi Netanyahu yang menggabungkan suara kelompok sayap kanan dan ultra-ortodoks telah memperoleh 55 kursi parlemen, sementara koalisi Benny Gantz yang menggabungkan suara kelompok sayap kiri dan para politisi Arab telah mengumpulkan 54 kursi. Jumlah ini belum cukup untuk membentuk pemerintahan dengan minimal kursi 50%+1 dari total  keseluruhan 120 kursi.

Minggu lalu, Netanyahu menerima mandat dari Rivlin untuk membentuk pemerintahan. Namun, koalisi Biru dan Putih menolak untuk bekerja dengan Likud, selama Netanyahu yang tengah menjadi tersangka tiga kasus korupsi, memimpin partai tersebut. (fd/Sputnik)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*