London, LiputanIslam.com –   Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan tidak akan ada orang yang aman di Teluk Persia jika sampai terjadi konfrontasi militer di kawasan ini, dan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) terlibat dalam perang ekonomi AS terhadap Iran.

Dalam wawancara dengan BBC yang disiarkan Selasa (16/7/2019) Zarif mengatakan bahwa Iran dan AS nyaris terlibat perang antara keduanya dalam situasi di mana  Presiden AS Donald Trump mengaku telah membatalkan rencana serangan ke beberapa posisi Iran pada 10 menit terakhir menyusul peristiwa penembak jatuhan drone pengintai AS oleh pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada 20 Juni lalu.

Baca: Pemimpin Iran: Arogansi Barat Hanya Efektif di Hadapan Negara-negara Lemah

Menlu Iran menjelaskan bahwa Trump sudah mendapat peringatan sebelumnya bahwa Iran akan membela diri jika AS melancarkan serangan militer ke Iran.

Ditanya apakah Iran juga akan menyerang negara-negara sekutu AS di kawasan itu, terutama Saudi dan UEA, jika terjadi perang, Zarif menjawab, “Kami tidak akan membabi buta. AS sekarang menyulut perang ekonomi terhadap Iran, dan ada negara-negara yang memberikan bantuan logistik dan informasi. Ini berarti bahwa mereka berpartisipasi dalam perang ini.”

Baca: Iran akan Luncurkan Kendaraan Militer Lapis Baja Terbaru

Dia menambahkan, “Saya kira tidak akan ada orang yang aman jika terjadi perang di kawasan ini. Tapi biarlah kita menghindari perang, dan tak perlu mengobarkannya.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*