Washington, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengaku bersedia berkunjung ke Iran untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Teheran jika dirasa perlu, di tengah ketegangan antara Teheran dan Washington.

“Tentu. Jika itu panggilannya, saya akan dengan senang hati pergi ke sana … Saya akan menyambut baik kesempatan untuk berbicara langsung kepada orang-orang Iran,” tutur Pompoe saat ditanya apakah dia mau pergi ke Teheran dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV, Kamis (25/7/2019).

Ketegangan antara Iran dan AS meningkat sejak tahun lalu, ketika Presiden AS Donald Trump menarik negaranya dari kesepakatan nuklir Iran, yang secara resmi disebut “Rencana Aksi Komprehensif Bersama” (JCPOA), dengan dalih bahwa perjanjian itu sangat tidak mencukupi kebutuhan. Washington juga menerapkan kembali sanksi beratnya terhadap Teheran.

Baca: Kelihaian Iran Mencundangi Lawan Tanpa Perang

Hubungan antara kedua negara semakin tegang dalam tiga bulan terakhir menyusul insiden serangan terhadap tanker minyak di Selat Hormuz di lepas pantai Iran.

Trump dan para pemimpin Iran telah secara terbuka mengatakan pembicaraan itu mungkin, meskipun masing-masing pihak memiliki kondisi dan persyaratan yang berbeda untuk kelangsungan negosiasi itu.

Baca: Kapal Tanker Inggris Ternyata Digelandang di Depan Armada Perang AS dan Inggris

Namun, Rabu lalu penasihat militer terkemuka Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Teheran tidak akan bernegosiasi dengan Washington dalam keadaan apa pun, satu tanda bahwa telah terjadi pengerasan posisi Iran di tengah krisis. (mm/reuters/bloomberg)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*