London, LiputanIslam.com –   Mantan Perdana Menteri Qatar Hamad bin Jasim al-Thani membantah tuduhan Arab Saudi bahwa Qatar mensponsori terorisme, dan menyoal mengapa Arab Teluk hendak menjalin hubungan dengan Israel tapi tidak dengan Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Inggris Telegraph, Jumat (8/6/2019), Hamad bin Jassem mengatakan, “Luka (boikot Saudi dan sekutunya terhadap Qatar) ini dalam, merugikan kedua pihak. Ada keluarga yang terbagi antara kedua negara, ada saudara yang tidak bisa saling bertemu, ibu yang tidak bisa melihat anak-anak, dan anak-anak yang tidak bisa melihat orang tua.”

Dia melanjutkan “Mereka secara keliru menuduh kami (mensponsori) terorisme dan lain sebagainya. Tidak ada organisasi internasional yang secara terbuka mendukung tuduhan ini. Amerika Serikat (AS) tidak menuduh Qatar, badan Eropa mana pun, atau badan lain apa pun, hanya Arab Saudi dan UEA, dan mereka melakukannya karena mereka tahu bahwa di AS dan Eropa ketika mereka berbicara tentang terorisme, semua orang ingin mendengarkan karena Barat memprioritaskan perang melawan terorisme.”

Baca: Analis: Saudi Tak Bisa Gunakan Senjata AS dan Hanya Menimbunnya di Gudang

Hamad bin Jasim menjelaskan bahwa negara-negara pemboikot itu belum mendukung tuduhannya terhadap Doha dengan “bukti untuk melegitimasinya.”

“Dua tahun setelah dimulainya kampanye boikot, kami masih belum tahu persis apa yang mereka tuduhkan kepada kami,” ujarnya.

Dia kemudian mengingatkan bahwa 19 teroris yang melakukan serangan 11 September di AS antara lain adalah 15 orang Saudi, dua orang UEA, satu orang Mesir dan satu orang Lebanon.

“Haruskah saya mengatakan bahwa mereka (ke 15 Saudi) didukung oleh pemerintah Arab Saudi, UEA dan Mesir? Kedutaan Saudi di Washington juga telah mentransfer rekening bank kepada orang-orang ini,” katanya.

Mengenai Iran dia mengatakan, “Biarlah saya memberitahu Anda satu hal. Jika kami menyatakan bahwa Iran adalah musuh kami, sementara satu-satunya jalan menuju dunia luar, melalui udara, laut, dan darat adalah Iran, karena perbatasan dengan negara-negara Arab di sekitarnya ditutup, haruskah saya bunuh diri dengan tidak berurusan dengan Iran karena Saudi mengatakan saya tidak boleh melakukannya?!”

Dia juga mengatakan, “Kami juga memiliki pendapat sendiri, Iran sama sekali tidak mengganggu Qatar. Kami tentu tidak setuju dengan semua kebijakan mereka. Tapi kami tidak bisa memerangi mereka ketika kami berbagi ladang gas dan minyak yang sama. ”

Dia menambahkan, “Jika kita mencari perdamaian dengan Israel, mengapa kita tidak mencari perdamaian dengan Iran? Mengapa tidak duduk bersama keduanya dan menyelesaikan masalah? Kami tidak berkonflik dengan Saudi demi kepemimpinan. Kami ingin Arab Saudi menjadi pemimpin di kawasan ini. Ya, tapi mereka harus adil. Mereka harus menghormati orang lain.”

Mengenai perang Yaman dia mengimbau Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman dengan mengatakan, “Dia memiliki peluang besar untuk mengubah Arab Saudi menjadi lebih baik, tetapi ini tidak akan terjadi kecuali ada rekonsiliasi di Arab selatan. Dia perlu menghentikan perang yang tidak perlu di Yaman, dan mencoba melakukan dialog langsung dengan Iran untuk membantu menyelesaikan masalah di Suriah.”

Baca: Pasukan Yaman Tembak Jatuh Pesawat Nirawak Canggih MQ-9 Milik Saudi

(mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*