serangan-saudi-di-sanaa3Sanaa, LiputanIslam.com –   Keganasan Arab Saudi dan beberapa negara sekutunya dalam bentuk serangan udara terhadap para pelayat orang yang meninggal dunia karena sakit di Sanaa, ibu kota Yaman, Sabtu (08/10/2016), dinyatakan oleh koordinator kemanusiaan PBB Jamie McGoldrick bertambah menjadi lebih dari 140 orang dan korban luka lebih dari 525 orang. (Baca: Saudi cs Gempur Pelayat di Sanaa, 100 Orang Terbunuh)

Atas kejadian tragis ini, McGoldrick menyatakan bahwa masyarakat kemanusiaan di Yemen “terkejut dan marah” oleh serangan udara tersebut.  Dia mengutuk dan menyebut  kejadian itu sebagai “serangan mengerikan” .

Dia mengingatkan semua pihak  bahwa mereka  berada “di bawah hukum kemanusiaan internasional sehingga diwajibkan melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil.”

Dia lantas menyerukan penyelidikan atas insiden ini sesegera mungkin.

Menurutnya, laporan awal pejabat kesehatan di Sana’a menunjukkan bahwa lebih dari 140 orang tewas dan lebih dari 525 orang lainnya luka-luka.

Juru bicara dewan keamanan nasional Gedung Putih Ned Price menyatakan insiden ini telah mendorong AS untuk mulai meninjau ulang dukungan AS yang sejauh ini sudah berkurang kepada pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang menyerang Yaman sejak Maret 2015 sampai sekarang dengan dalih membela pemerintahan presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Dilaporkan bahwa di antara korban meninggal akibat serangan udara Saudi cs itu adalah kepala dewan pemerintahan lokal Sanaa, Mayjen Abdul-Qader Hilal.

Serangan udara itu menerjang para pelayat pemakaman  Sheikh Ali al-Roweishan, ayah Jalal al-Roweishan, menteri dalam negeri dalam pemerintahan Ansarullah (Houthi) dan sekutunya. Jalal al-Roweishan sendiri menderita luka serius akibat serangan tak berprimanusiaan itu. (mm/newyorktimes/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL