Ramallah, LiputanIslam.com –   Kepala otoritas Palestina Mahmoud Abbas menyatakan bahwa prakarsa damai AS di Timur Tengah yang dikenal dengan nama “Perjanjian Abad Ini” gagal seperti nasib konferensi Bahrain.

Dalam pembukaan sesi kedua kedua rapat Dewan Penasehat Fatah di Ramallah, Tepi Barat, Kamis malam (11/7/2019), dia mengatakan, “Sikap Palestina solid dan jelas mengenai semua rencana dan perjanjian mencurigakan yang diupayakan untuk menghabisi” rencana nasional Palestina.

Seperti dilansir kantor berita resmi Palestina, Wafa, Abbas menyebut Perjanjian Abad Ini sudah berakhir dan gagal sebagai kegagalan “lokakarya Manama” yang, menurutnya, telah membuktikan kepada dunia bahwa “Palestina adalah angka pelik yang kepentingan dan hak nasionalnya tak dapat dilanggar ataupun diremehkan.”

Baca: Tokoh Hamas Memuji Presiden Suriah dan Berharap Normalisasi Hubungan dengan Damaskus

Dia menambahkan bahwa setelah Washington mengumumkan statemen-statemennya, baik yang mengakui Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) sebagai ibu kota Israel maupun terkait dengan UNRWA dan lain-lain soal Palestina, “AS bukan lagi mediator bersih yang dapat diandalkan.”

“Kita dan bangsa kita siap menanggung beban demi urusan utama nasional, dan tidak akan mengabaikan syuhada, korban luka, dan tawanan,” tegas Abbas.

Dia menuding Israel terus melanggar perjanjian-perjanjian yang telah diteken oleh kedua pihak di bawah pengawasan internasional, dan melakukan tindakan-tindakan sistematis untuk menghancurkan Perjanjian Oslo.

Baca: Tahun ini, 16 Anak Palestina di Gaza Meninggal di Tangan Israel

Mengenai rekonsiliasi Fatah dengan Hamas, Mahmoud Abbas mengatakan, “Kita selalu menyatakan bahwa ada kesepakatan 2017 yang diteken di Kairo dengan pengawasan dari saudara-saudara kita di Republik Arab Mesir. Kami masih berkomitmen kepada perjanjian ini sebagai dasar untuk mewujudkan persatuan nasional, dan kami menantikan respon gerakan Hamas untuk segera mulai menerapkan pasal-pasalnya dan menyudahi perpecahan kelam yang merugikan urusan nasional kita di semua levelnya.” (mm/wafa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*