Ankara, LiputanIslam.com –   “Tentara Nasional Suriah” alias Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) yang didukung Turki mengerahkan personil dan alat tempurnya dari kawasan kekuasaannya di Suriah utara menuju garis frontalnya dengan milisi Kurdi di kota Manbij sebagai persiapan operasi militer Turki.

Kantor berita Turki, Anadolu, Selasa (8/9/2019), melaporkan bahwa pergerakan ini dilakukan sebagai persiapan Turki untuk melancarkan operasi militer terhadap milisi Kurdi Unit Perlindungan Rakyat (YPG) di kawasan timur Furat.

Anadolu menjelaskan bahwa FSA mengerahkan personilnya dengan tujuan “memperkuat garis front” melawan milisi Kurdi dan mencegah serangan dari mereka menyusul peluncuran operasi militer Turki.

Sementara itu, Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) menyatakan bahwa berbagai kelompok bersenjata pendukung Turki “melanjutkan pengerahan personil dan perlengkapan tempurnya” di berbagai kawasan operasi “Perisai Furat” dan “Tangkai Zaitun” yang dilancarkan pasukan Turki di Suriah utara sejak tahun 2016, dan bahwa pengerahan itu adalah “untuk bergabung dengan gelombang-gelombang sebelumnya di sekitar kawasan Manbij, dan bergerak menuju wilayah Turki di garis perbatasan yang bersebelahan dengan kawasan timur Furat.”

SOHR memastikan bahwa pengerahan kelompok-kelompok bersenjata dukungan Turki itu adalah dalam rangka menyokong operasi militer Turki yang diduga akan segera dilancarkan terhadap YPG.

Sumber-sumber Suriah Senin lalu melaporkan masuknya konvoi militer Turki ke kawasan Jarablus di pinggiran timur laut provinsi Aleppo di daerah perbatasan Suriah-Turki, dan dari situ akan bergerak menuju Manbij untuk ikut serta dalam operasi militer. Bersamaan dengan ini, Ankara membicarakan pengiriman balatentara ke perbatasan.

Baca: Uni Eropa Sebut Operasi Militer Turki di Suriah Ancam Warga Sipil

Kelompok-kelompok bersenjata Suriah yang bersekutu dengan Turki di Suriah utara melakukan pergerakan di bawah bendera “Tentara Nasional Suriah” yang dibentuk oleh Turki dari satuan-satuan FSA sejak awal-awal tahun 2018, dan berada di bawah instruksi Kementerian Pertahanan pemerintahan sementara oposisi Suriah, yang belakangan ini dilaporkan mencakup sekira 80,000 personil.

Baca: Muallem Bersumpah Akan Bebaskan Setiap Jengkal Suriah dari Teroris

Rencana operasi militer Turki dan sekutunya di kawasan timur Furat mendapat kecaman keras dari pemerintah Suriah dan ditentang pula Iran.  (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*