Isfahan, LiputanIslam.com –   Wakil panglima pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigjen Ali Fadavi memastikan AS dan Inggris akan menyesali tindakan mereka menahan kapal tanker yang memuat minyak Iran di kawasan Gibraltar.

“Seandainya pihak musuh membuat perhitungan sederhana saja niscaya mereka tidak akan melakukan tindakan yang sangat konyol itu. Tanker itu disewa untuk membawa muatan, tapi  mereka berbuat sedemikian rupa, dan akan sangat menyesali perbuatannya ini,” ujar Fadavi kepada wartawan di Isfahan, Kamis (11/7/2019).

Baca: IRGC Bantah Tudingan Cegat Tanker Minyak Inggris

Fadavi mengatakan bahwa revolusi Islam Iran telah mematahkan semua upaya kotor dan keji kubu arogan dunia serta menyiapkan sarana dan strategi yang diperlukan untuk membela kaum tertindas di dunia, termasuk bangsa Palestina.

Karena itu, lanjutnya, tidaklah aneh jika AS dan Inggris melakukan tindakan-tindakan pengecut terhadap Iran setelah mereka tak sanggup menggunakan otot untuk menekuk Iran.

Dia menyebut peristiwa penembak jatuhan drone pengintai canggih AS oleh IRGC meggunakan sistem “3 Khordad” yang sepenuhnya dibuat di dalam negeri oleh para kader pasukan dirgantara IRGC sebagai salah satu bukti ketegasan dan kemampuan Iran membuat dan melaksanakan keputusan.

Baca: Presiden Rouhani Ingatkan Inggris Resiko Penahanan Kapal Tanker Iran

“Ini merupakan salah satu kemenangan, dan akan terus berlanjut. Masalah ini berpangkal bukan pada kondisi sekarang. AS sudah pernah memasuki perang terhadap kami pada tahun 1987 hingga tahap di mana dalam operasi “Karbala 5” mereka terlibat perang secara langsung terhadap kami sehingga bahkan kapal perang AS menyerang pesawat penumpang kami. Tindakan ini sudah dimulai sejak 30 tahun silam,” papar Fadavi. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*