Teheran, LiputanIslam.com –  Komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigjen Hossein Salami menyatakan negaranya tidak mengupayakan perang, dan apa yang terjadi belakangan telah menyingkap kekuatan sebenarnya pihak musuh Iran.

“Perbedaan antara kami dan mereka adalah bahwa mereka takut dan tak mampu berperang,” ujarnya, Ahad (19/5/2019), sembari mengingatkan bahwa Iran mampu menyulap kawasan Teluk Persia menjadi medan perang di depan musuhnya, seperti dikutip kantor berita Fars milik Iran.

Dia menambahkan, “Peristiwa yang terjadi belakangan di kawasan mengungkapkan kadar sebenarnya IRGCdari kekuatan musuh… Amerika Serikat (AS) tidak akan lolos dari misi IRGC, dan kami akan menahan mereka hingga penghabisan… Angkatan Laut IRGC telah menghina pasukan AS di Teluk serta menggagalkan rencana AS di kawasan ini,” paparnya.

Salami juga menegaskan, “Hari ini kita menghadapi musuh yang terlihat kuat tapi sedang mengalami erosi. Dengan kata lain, ia menderita kerapuhan internal, dan inilah jalan yang dilalui oleh semua kekuatan syaitan. Kita akan melihat dalam waktu dekat bahwa pilar-pilar negara adikuasa ini tiba-tiba hancur, karena mereka merasa lelah dan putus asa dan sedang mencari cara untuk kembali.”

Pernyataan ini disampaikan Salami beberapa jam setelah Menteri Negara Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir mengatakan, “Rezim Iran dapat menghindarkan bahaya perang dari kawasan.”

Dalam jumpa pers Al-Jubeir mengatakan bahwa hal itu dapat dilakukan Teheran dengan “berkomitmen pada hukum dan perjanjian internasional, berhenti mencampuri urusan internalnegara-negara regional, berhenti menyokong kelompok-kelompok dan milisi-milisi teroris, berhenti mengembangkan senjata rudal dan program nuklirnya, dan berhenti mengancam keamanan jalur laut.”

Al-Jubeir juga mengklaim, “Problema di kawasan ini bermula sejak rezim Iran berkuasa pada 1979, yang konstitusinya mengekspor revolusi dan campur tangan dalam urusan internal negara-negara lain… Rezim Iran berusaha secara langsung dan melalui para agennya untuk membangkitkan kerusuhan dan mendukung organisasi dan kelompok teroris dan ekstremis.”

Sehari sebelumnya, Jenderal Salami mengatakan negaranya “mengalami perang intelijen secara total dengan AS dan musuh-musuh Teheran”, dan “perang ini terkomposisi dari perang psikologi serta operasi elektronik, militer, dan diplomatik.”

Baca: IRGC: Sikap Iran Terkait Persetujuan Nuklir Buat Musuh Semakin Gentar

Dia menambahkan, “AS menyerupai menara perdagangan bagi dunia, yang akan runtut dengan sekali serangan mendadak. AS menghadapi bahaya berskala luas dan tak diketahuinya.” (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*