Teheran, LiputanIslam.com –  Angkatan Bersenjata Iran menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) tak dikenal yang melanggar wilayah udara Iran di dekat kota pelabuhan Mahshahr, provinsi Khuzestan, di kawasan pantai Teluk Persia.

Komandan Angkatan Udara Iran Brigjen Alireza Sabahi Fard mengatakan bahwa drone dijatuhkan pada Jumat pagi waktu setempat (8/11/2019) sebelum sempat menjangkau “daerah sensitif” berkat ketepatan sistem pertahanan udara buatan dalam negeri.

“Tindakan tegas ini dan penembakan rudal adalah reaksi terhadap gangguan drone asing ke wilayah udara negara kita,” tambahnya.

Tanpa menyebutkan negara pemilik drone itu, Sabahi Fard mengingatkan bahwa Iran telah berulang kali menegaskan kesiapannya menindak tegas segala bentuk pelanggaran terhadap wilayah udaranya.

Kantor berita Tasnim menyebutkan bahwa drone itu dirontokkan dengan sistem pertahanan udara Mersad.

Baca: Tankernya Diserang, Iran: Laut Merah Tidak Aman

Sementara itu, gubernur Khuzestan Gholam Reza Shariati mengatakan kepada IRNA bahwa serpihan pesawat telah ditemukan dan sedang diselidiki.

Dia menekankan bahwa drone itu “pasti milik negara asing” dan akan diumumkan hasil penyelidikan atasnya.

Di pihak lain, Komando Pusat AS menepis dugaan bahwa drone AS tertembak jatuh oleh Iran.

Baca: Inggris Perlunak Tingkat Keamanan Kapalnya di Selat Hormuz

“Informasi yang beredar dan mengklaim bahwa pesawat AS tertembak jatuh sepenuhnya salah,” ungkapnya di Twitter.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada 20 Juni lalu telah menembak jatuh pesawat mata-mata Global Hawk milik AS yang melanggar wilayah Iran di provinsi Hormozgan.  (mm/presstv/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*