Managua, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwa tindakan pasukan dan otoritas Iran menyita kapal tanker berbendera Inggris di Selat Hormuz belakangan ini bukan merupakan aksi “pembalasan” atas tindakan serupa yang dilakukan oleh pasukan Inggris jauh hari sebelumnya terhadap kapal tanker Iran di Gibraltar.

Karena itu, kepada wartawan saat berkunjung ke Nikaragua dalam safarinya ke Amerika Latin usai menghadiri pertemuan PBB di New York, AS,  Zarif, mengingatkan kepada pihak lawan Iran agar berhati-hati demi menghindari segala bentuk upaya memulai konflik dengan Iran.

“Memulai konflik itu mudah, mengakhiri itu tidak mungkin,” katanya setelah bertemu dengan sejawatnya dari Nikaragua, Denis Moncada, Senin (22/7/2019).

“Penting bagi semua orang untuk menyadari, penting bagi Boris Johnson (kandidat unggulan perdana menteri baru Inggris) untuk memahami bahwa Iran tidak mencari konfrontasi. Iran ingin memiliki hubungan normal berdasarkan prinsip saling menghormati ” katanya.

Baca: Iran Nyatakan Siap Hadapi Segala Skenario Pasca Penyitaan Tanker Inggris

Sebelumnya, Inggris mengeluarkan serangkaian pesan ancaman terhadap Iran sebagai tanggapan atas penyitaan kapal Stena Impero yang berbendera Inggris pada Jumat lalu.

Stena Impero disita dan diperiksa setelah kapal tanker minyak itu bertabrakan dengan kapal nelayan Iran di Teluk Persia dan menolak menanggapi panggilan daruratnya.

Zarif mengatakan Iran bertindak terhadap Stena Impero hanya karena faktor pelanggaran peraturan maritim.

Baca: Negara-Negara Eropa Kompak Peringatkan Iran Soal Penyitaan Tanker Inggris

“Kapal Inggris ini telah menolak sinyalnya selama lebih dari yang diizinkan [dan] melintasi jalur yang salah, membahayakan keselamatan dan keamanan pengiriman dan navigasi di Selat Hormuz, yang menjadi tanggung jawab kami,” paparnya.

Zarif lantas balik menyebut penyitaan kapal supertanker Iran oleh pasukan Inggris di Gibraltar sejak 4 Juli lalu sebagai “pembajakan” dan “pelanggaran hukum internasional” oleh otoritas Inggris dan Gibraltar.

Angkatan laut Inggris menangkap kapal Iran itu dengan tuduhan membawa minyak Iran ke Suriah, yang berarti melanggar sanksi unilateral UE terhadap Suriah, namun Teheran membantah anggapan bahwa kapal itu berlayar menuju Suriah. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*