serangan-saudi-di-sanaa4Riyadh, LiputanIslam.com –  Arab Saudi semula menepis pihaknya telah melancarkan serangan brutal yang menyebabkan  kematian 146 pelayat dan lukanya ratusan orang lainnya di Sanaa, ibu kota Yaman, pada 8 Oktober 2016.  Tapi Sabtu lalu (15/10/2016) Saudi mengakui bahwa serangan udara pasukan koalisi pimpinannyalah yang menyebabkan tragedi yang mengundang kecaman internasional tersebut.

Alasanpun sudah dibuat oleh Saudi dengan menyatakan bahwa serangan udara itu terjadi karena dua faktor utama kesalahan;

Pertama, laporan salah pasukan pro-presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi mengenai adanya para pimpinan militer di tengah para pelayat.

Kedua, serangan itu dilancarkan tanpa persetujuan final.  (baca: Korban Meninggal Serangan Saudi cs di Sanaa Jadi 140 Orang, PBB dan AS Angkat Bicara)

Menanggapi pernyataan Saudi ini, pemimpin redaksi Rai al-Youm, Abdel Bari Atwan, Minggu (16/10/2016), menyatakan dua alasan itu tak kalah buruknya dengan dosa pembantaian itu sendiri, dan memperlihatkan kekejian agresi pasukan koalisi itu terhadap Yaman.

“Secara prinsipal, bagaimana mungkin jet tempur patut menyerang majelis dukacita dan sedemikian fatal melanggar semua norma Islam, moral, dan bahkan adat, sekalipun di situ ada para komandan militer? Sungguh, kebobrokan moral tak dapat dibenarkan dengan alasan intelijen dan human error apapun?” tulis jurnalis senior Timteng kelahiran Palestina tersebut.

Atwan menambahkan, “Kemudian, bagaimana bisa tim pencari fakta mengatakan bahwa serangan dramatis ini dilakukan tanpa persetujuan final pimpinan koalisi? Apakah ini berarti bahwa jet-jet tempur koalisi membom warga sipil dan melakukan pembantaian massal tanpa perintah tegas dari para komandannya?…. Apakah dengan cara ini mereka melancarkan dan mengelola perang?” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL