Beirut, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon memublikasi rekaman video serangannya terhadap mobil lapis baja Israel  yang terjadi di wilayah perbatasan Libanon-Israel pada Ahad lalu (1/9/2019).

Rekaman itu disebar luaskan oleh Hizbullah, Senin (2/9/2019), melalui website saluran TV al-Manar miliknya, dan segera setelah itu beredar ke berbagai media resmi dan viral di jejaring sosial, karena kelompok itu sebelumnya sudah menyatakan memiliki rekaman video serangan itu dan berjanji jika akan memublikasikannya jika dirasa perlu, sehingga banyak orang menantikannya.

Hizbullah menyatakan bahwa serangan yang terjadi dekat kamp militer Avivim di Israel (Palestina pendudukan 1948) utara itu telah menewaskan dan melukai tentara Israel yang ada di dalam mobil.

Baca: Nasrallah: Serangan Kami adalah Bagian dari Balasan terhadap Israel

Dalam rekaman itu disebutkan dan terlihat anggota Hizbullah melesatkan dua roket secara beruntun dan tepat mengena sasaran berupa satu unit mobil baja sehingga terlihat pula ledakan dahsyat sebanyak dua kali pada mobil itu, yang kemudian disusul dengan kepulan asap tebal.

Suara komentator dalam video itu menyebutkan bahwa roket yang ditembakkan adalah jenis kornet yang dilesatkan dari dua titik lokasi yang berjarak sekitar 4 kilometer, sedangkan obyek target berada di lokasi yang berjarak sekira satu setengah kilometer dari perbatasan Libanon.

Baca: Kelompok Pejuang Palestina Puji Serangan Hizbullah Terhadap Pasukan Israel

Seperti pernah diberitakan, Israel membantah klaim Hizbullah bahwa tentara Zionis yang ada di dalam mobil itu tewas dan terluka, namun media Israel sendiri melaporkan bahwa dua tentara telah dibawa ke rumah sakit.

Video serangan Hizbullah itu diawali dengan sorotan kamera drone ke hamparan luas kawasan yang menjadi target serangan Hizbullah serta memperlihat dan menjelaskan kamp militer Avivim yang diincar Hizbullah. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*