Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Udhma Sayid Ali Khamenei menilai para demonstran di Irak dan Libanon mengusung berbagai tuntutan yang “sah”, namun dia juga menyerukan kepada mereka agar bergerak “sesuai kerangka konstitusi”.

“Masyarakat di Irak dan Libanon memiliki tuntutan-tuntutan yang sah, tapi tak dapat dipenuhi kecuali dalam kerangka instrumen konstitusi,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan yang sebagian di antaranya disiarkan oleh televisi Iran, Rabu (30/10/2019), seperti dilaporkan IRNA.

Dia menegaskan bahwa bagaimanapun juga supremasi hukum harus diindahkan, karena “jika kerangka hukum di suatu negara runtuh, maka pekerjaan apapun tidak akan bisa dilakukan”.

Pernyataan ini disampaikan ketika di Libanon terjadi kebangkitan rakyat yang telah menjatuhkan pemerintahan Perdana Menteri Saad Hariri, sedangkan di Irak juga terjadi gelombang demonstrasi besar-besaran dengan tujuan yang sama, menjatuhkan pemerintah Perdana Menteri Abdul-Mahdi.  Iran memiliki pengaruh besar di negara Arab tersebut.

Baca: Aksi Massa Hentikan Aktivitas Pelabuhan Umm Qasr-Irak

“Orang-orang yang tulus dan beriktikad baik di Irak dan Libanon harus mengutamakan upaya penyembuhan atas ketidak amanan… Pukulan terbesar yang dapat diarahkan musuh kepada suatu negara ialah pengacauan keamanan,” lanjut Ayatullah Khamenei.

Dia juga mengatakan, “Harus percaya kepada masa depan dan terwujudnya janji-janji Allah, tidak boleh percaya kepada musuh, jangan sampai lengah barang sesaat terhadap pergerakan musuh, jangan terpedaya oleh kemenangan-kemenangan, dan angkatan bersenjata juga harus memiliki kesiapan yang semestinya dalam mengantisipasi fitnah.”

Baca: Hariri Nyatakan Siap Menjabat Kembali, Ini Syaratnya

Menurutnya, AS dan dinas-dinas rahasia Barat dewasa ini sedang didanai secara besar-besaran oleh negara-negara “reaksioner” di kawasan Timur Tengah untuk menyulut kekacauan terhadap bangsa-bangsa yang mereka dengki dan musuhi.

“Mereka (musuh) pernah membuat rencana serupa di negara kami, tapi (kami) beruntung karena semua itu dapat digagalkan dengan eksistensi rakyat di gelanggang pada saat yang tepat,” imbuhnya.

Ayatullah Khamenei menyebutkan beberapa “kejahatan” tentara Inggris, Prancis, dan AS dalam satu abad lalu di kawasan Anak Benua India, Asia Timur, “Asia Barat” (Timur Tengah), dan bagian tengah Benua Afrika.

Dia menilai problema utama pasukan itu ialah upaya mereka “mengandalkan rezim-rezim reaksioner, dan karena itu kami senantiasa menekankan keharusan berbagai elemen pemerintah untuk bersandar kepada Al-Quran dan Islam”. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*