Moskow, LiputanIslam.com –   Kepala bidang hubungan internasional Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Mousa Abu Marzook, menyatakan bahwa hubungan salah satu faksi militan Palestina ini sekarang masih terputus dengan Suriah, belum terjalin lagi sejak krisis pemberontakan dan terorisme di Suriah, namun hubungannya dengan Iran justru berada di kondisinya yang terbaik selama ini.

“Tak ada perkembangan dalam hubungan (Hamas) dengan Suriah. Ada banyak isu di media dari banyak pembicara, bahkan termasuk dari dalam gerakan ini sendiri, atau dari dalam rezim Suriah, atau dari lingkungan keduanya, atau dari para pengamat, tapi segala sesuatunya masih seperti semula, gerakan ini tidak eksis di Suriah, sebagaimana tak ada hubungan dengan Suriah sampai sekarang,” terang Abu Marzook kepada kantor berita Sputnik milik Rusia, Selasa (26/7/2019).

Baca: Tokoh Hamas Memuji Presiden Suriah dan Berharap Normalisasi Hubungan dengan Damaskus

Mengenai hubungan Hamas dengan Iran dia memastikan berada dalam kondisinya yang “terbaik.”

“Ada hubungan kuat dengan Republik Islam (Iran) dan sama sekali belum pernah terputus pada periode kapanpun, namun dalam keadaan tarik menarik, dan sekarang berada dalam bentuknya yang terbaik,” tutur Abu Marzook yang sedang berkunjung ke Moskow atas undangan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Sejak sekira sebulan lalu berkembang isu mengenai pemulihan hubungan antara Hamas dan Damaskus hingga kemudian Damaskus membantahnya.

Baca: Kepala Otoritas Palestina Pastikan “Perjanjian Abad Ini” Gagal

Hubungan Hamas dengan pemerintah Suriah semula sangat baik dan memiliki markas di Damaskus, namun terputus dan harus keluar dari Suriah setelah Hamas berpihak kepada kelompok-kelompok oposisi dan pemberontak Suriah.

Pekan lalu tokoh senior Hamas, Mahmoud al-Zahar, memuji Presiden Suriah Bashar al-Assad dan mengharapkan pemulihan hubungan dengan Damaskus.

“Adalah bagian dari kemaslahatan kubu resistensi adanya hubungan baik dengan semua negara yang memusuhi Israel serta memiliki pendirian yang jelas dan tegas terhadap rezim pendudukan (Israel) semisal Suriah, Libanon, dan Iran,” ujarnya. (mm/rt/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*