Najaf, LiputanIslam.com –  Ulama besar dan paling berpengaruh di Irak Grand Ayatullah Sayid Ali Sistani menyerukan kepada para pengunjuk rasa Irak agar memisahkan barisan mereka dari barisan perusuh.

Dalam seruan Ayatullah Sistani yang disampaikan oleh wakilnya, Syeikh Ahmad al-Shafi, melalui khutbah Jumat (29/11/2019) di kota Karbala, Irak, dia mengharamkan penumpahan darah demonstran, namun juga mengimbau para demonstran agar berusaha menjauhi para perusuh.

Dalam pesan itu telah disinggung serangkaian kerusuhan berdarah yang terjadi di beberapa kota Irak belakangan ini, termasuk Nasiriah dan Najaf.

Baca: Kota Najaf Rusuh, Massa Tak Dikenal Menyerang Konsulat Iran

Syeikh Ahmad al-Shafi menyebutkan bahwa rakyat berhak menyampaikan protes kepada pemerintah, namun jangan sampai aksi protes sah mereka ditunggangi dan diselewenangkan oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab.

“Musuh bersama para antek mereka merancang untuk menyulut kerusuhan, perang saudara, dan kembalinya sosok diktator, sehingga kita semua berkewajiban bekerja sama untuk meniadakan kesempatan demikian bagi mereka,” ujar Syeikh al-Shofi.

Baca: Saudi Bantah Diplomatnya Mengancam Iran

Dia mengingatkan bahwa pertumpahan darah maupun kekenduran sikap di jalur reformasi akan membebani Irak dengan biaya berat, dan parlemen harus segera mensahkan undang-undang pemilu agar pemilu yang bersih dapat dilaksanakan.

“Kami tak memiliki kewajiban apapun kecuali bernasihat dan memberikan wejangan, dan rakyatpun bertanggungjawab memilih apa yang terbaik,” lanjutnya. (mm/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*