Karbala, LiputanIslam.com –  Ulama terkemuka Irak Grand Ayatollah Sayid Ali al-Sistani mendesak pasukan keamanan dan pengunjuk rasa untuk menghindari kekerasan, dan menyatakan prihatin atas terjadinya kerusuhan sporadis yang telah menjatuhkan sejumlah korban jiwa dan luka.

“Sangat menyedihkan ada begitu banyak kematian, korban dan kehancuran” akibat bentrokan antara demonstran anti-pemerintah dan pasukan keamanan dalam beberapa hari terakhir, ungkap Ayatullah al-Sistani sebuah suratnya, Jumat (4/10/2019).

Dalam surat yang dibacakan oleh wakilnya, Ahmed al-Safi, dalam khotbah di kota Karbala, Ayatullah al-Sistani mendesak semua pihak untuk menghindari kekerasan.

Sembari mengkritik para pejabat dan elit politik yang dinilainya gagal merespon tuntutan rakyat untuk memerangi korupsi, dia juga mendesak mereka agar mengindahkan tuntutan para pemrotes “sebelum terlambat”.

Baca: Aparat Irak Gagalkan Upaya Teror atas Ayatullah Sistani

Dia juga menegaskan, “Anggota parlemen memegang tanggung jawab terbesar atas apa yang terjadi.”

Juru bicara Kementerian Pertahanan Irak Tahseen al-Khafaji mengungkapkan bahwa orang-orang bersenjata telah menembaki demonstran dan pasukan keamanan untuk menciptakan perselisihan.

Baca: Janjikan Perubahan, PM Irak Siap Dialog Dengan Pengunjuk Rasa

“Kami bekerja dengan para demonstran yang menuntut hak-hak damai mereka. Pada saat yang sama, kami tidak mengizinkan orang-orang yang menyalahgunakan properti publik dan pribadi, menyerang demonstran, dan mengubah citra demonstrasi dengan menyerang pasukan keamanan,” kata Khafaji. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*